Tinder: Masa Depan Dunia Kencan Itu Fleksibel

IN
Oleh inilahcom
Jumat 26 Maret 2021
share
 

LEBIH dari setengah pengguna Tinder di seluruh dunia adalah Gen Z (dewasa muda yang berusia 18 hingga 25 tahun). Sebenarnya, sebelum pandemi pun Tinder sudah melihat bagaimana Gen Z mengubah aturan dan kebiasaan kencan, tapi pandemi terjadi di tahun 2020 merubah semuanya.

Rasa kehilangan, kerinduan, dan kesepian akibat pandemi berdampak serius pada kehidupan anak-anak muda saat ini dan mendorong mereka untuk mencari cara baru agar bisa terhubung dengan lebih banyak orang, berkumpul dengan gaya 'new normal' dan menjadi lebih terbuka di Tinder.

Justru tahun ini adalah tahun yang paling sibuk dalam sejarah Tinder, dan merupakan awal dari dekade yang sangat berbeda di dunia kencan.

Gen Z berhasil mematahkan stigma dan tabu seputar kencan. Kencan tidak lagi dilakukan dengan tata cara yang kaku. Kencan sudah menjadi lebih fleksibel dalam hal ekspektasi (jalani dulu sebelum memutuskan untuk serius atau tidak), emosi (lebih jujur dan otentik), dan juga pengalaman (lebih banyak melakukan aktivitas bersama daripada hanya sekedar basa basi dan ini yang kemungkinan besar akan membuat kencan digital jadi langgeng).

Dengan gaya mereka sendiri, Gen Z dengan mudah menjalani kontradiksi dimana di satu sisi mereka memperluas lingkup kencan mereka dan di sisi lain memilih berkencan dengan orang yang ada di sekitar mereka.

Selain itu, Gen Z juga merasakan dorongan kuat untuk mulai berkencan lagi tanpa mengabaikan momen-momen kecil sebagai bukti kasih sayang mereka terhadap pasangannya.

Masa Depan Kencan: Top Tinder Social Engagement Data

- 19 persen lebih banyak pesan yang terkirim per hari pada Februari 2021, dibandingkan dengan Februari 2020
- Percakapan berlangsung 32 persen lebih lama selama pandemi
- 11 persen lebih banyak swipe dan match, 42 persen lebih banyak antara para pengguna Tinder
- Gen Z beralih ke video chat. Hampir setengah dari pengguna Tinder melakukan video chat dengan match mereka selama pandemi, dan 40 persen berencana terus memakai video chat untuk mengenal orang-orang baru bahkan setelah pandemi berlalu

Masa depan Kencan: Tren Teratas

#1: Orang akan lebih jujur dan otentik dalam berkencan

Pandemi memberikan pandangan baru mengenai berbagai hal bagi banyak orang. Sehingga, pengguna Tinder pun menjadi lebih jujur dan terbuka tentang siapa mereka, penampilan mereka, dan apa yang sedang mereka rasakan.

Ekspresi ini disampaikan lewat bio pengguna Tinder dengan tulisan 'anxiety' dan 'normalize', yang tumbuh cukup signifikan di Tinder selama pandemi ('anxiety' lebih banyak ditulis 31 persen; 'normalize' ditulis 15 kali lebih banyak).

#2: Batasan akan menjadi lebih transparan

Pandemi juga mendorong diskusi mengenai batasan ruang pribadi menjadi lebih marak. Pengguna Tinder menggunakan bio mereka untuk memperjelas ekspektasi mereka: kata-kata 'pakai masker' atau 'wear a mask' 100 kali lipat lebih banyak dipakai selama pandemi, 'batasan' atau 'boundaries' digunakan 19 persen lebih banyak dari sebelumnya, dan istilah 'kesediaan' atau 'consent' juga naik 11 persen.

Praktik ini akan membuat percakapan tentang 'kesediaan' atau 'consent' menjadi lebih umum dan nyaman di masa mendatang.

#3: Lebih banyak orang ingin 'Kita jalanin dulu aja'

Dalam survei pengguna Tinder yang dilakukan baru-baru ini, pengguna yang mencari pasangan kencan dengan status 'tidak mencari jenis hubungan tertentu' naik hampir 50 persen.

Jadi, alih-alih pandemi mendorong keinginan mereka untuk menikah, generasi berikutnya justru akan berpikir lebih ke arah 'jalanin dulu aja' dan mencari hubungan yang lebih terbuka.

#4: Kencan digital akan tetap menjadi bagian dari 'new normal'

Karena kontak langsung masih berisiko, orang beralih ke pengalaman virtual untuk terhubung dengan orang lain. Dan meskipun saat ini kontak langsung sudah mulai dilakukan kalau memang sangat penting, namun kencan digital akan tetap ada.

Menurut survei Tinder baru-baru ini, mereka yang telah mencoba kencan digital merasa lebih santai saat berusaha kenal lebih jauh dengan pasangan kencannya, dan 40 persen pengguna Gen Z di Tinder mengaku bahwa mereka akan terus melakukan kencan digital, bahkan saat tempat kencan favorit mereka telah dibuka kembali.

#5: Kencan pertama akan lebih banyak tentang aktivitas daripada icebreakers

Dengan banyaknya bar dan restoran yang tutup, banyak tempat yang biasanya menjadi tempat kencan pertama tidak lagi menjadi pilihan. Jadi, ketika tiba waktunya untuk bertemu, orang akan lebih memilih untuk melakukan aktivitas kencan pertama yang lebih kreatif, personal, dan kasual dibandingkan sebelumnya.

Misalnya, Tinder melihat peningkatan tiga kali lipat dalam penyebutan 'sepatu roda' di bio pengguna dan permintaan untuk aktivitas kencan seperti, 'fort building' atau 'snowball fights' yang muncul di bio.

#6: Sentuhan kecil akan berdampak besar

Pengguna Tinder menggunakan biografi mereka untuk mencari kasih sayang seperti berpegangan tangan, berpelukan, atau sentuhan seseorang di rambut mereka. Hal ini terlihat dari penggunaan kata 'berpelukan' atau 'cuddle' yang meningkat 23 persen, dan 'berpegangan tangan' atau 'hand holding' meningkat 22 persen.

Setelah mengalami berbulan-bulan tanpa kontak fisik, para daters menjadi sangat menghargai bentuk kasih sayang secara fisik sekecil apapun. Jadi, meskipun pertemuan menjadi hal biasa, namun sentuhan fisik paling kecil sekalipun akan memiliki peran penting dalam berkencan.

#7: Orang akan selalu ingin berkencan dengan seseorang yang dekat

Geolokasi Tinder, atau kemampuan untuk menemukan orang di sekitar pengguna, sangat relevan pada masa pandemi. Sebutan 'pindah' atau 'moving' di bio naik 28 persen pada tahun 2020.

Jadi, meskipun teknologi terus memungkinkan orang untuk tinggal atau bekerja di mana saja, pengguna Tinder masih tetap mencari seseorang yang tinggal dekat dengan mereka.

#8: 'Cinta Musim Panas' atau 'Summer Love' mungkin akan tiba.

Pada Oktober 2020, lebih dari 40 persen pengguna Tinder yang berusia di bawah 30 tahun belum pernah bertemu secara langsung. Namun, penyebutan kata 'Pergi kencan' atau 'Go on a date' pada bio pengguna Tinder, mencapai puncaknya pada Februari 2021.

Meski kebanyakan mengaku menahan diri untuk melakukan kencan secara langsung pada tahun 2020 (54 persen lajang mengatakan kepada YPulse bahwa 'COVID-19 telah secara signifikan menghambat kehidupan cintaku'), mereka merasa siap untuk keluar rumah setelah vaksin tersedia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA