Soal Smartband, Huawei: Pertumbuhan Naik Drastis

IB
Oleh ibnu
Sabtu 17 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Eskalasi minat konsumen terhadap perangkat wearables seperti arloji ataupun gelang pintar di masa pandemi Covid-19 ini mengundang semakin banyak produsen ponsel pintar untuk ikut bersaing. Pertumbuhan pasar wearables ini dinilai akibat gaya hidup konsumen yang semakin ingin hidup sehat di masa pandemi.

Salah satu pemain besar ponsel pintar dunia, Huawei, terus mengelontorkan perangkatnya di pasar wearables Indonesia yang terbaru dengan peluncuran Huawei Band 6. Kehadiran Huawei Band 6 terus melengkapi produk wearables setelah Huawei meluncurkan generasi sebelumnya Huawei Band 4 pada akhir tahun lalu.

Training Director Huawei Consumer Business Group Indonesia, Edi Supartono mengatakan, Huawei Band 6 diluncurkan untuk terus menyasar segmen wearables terjangkau dalam jajaran gawai Huawei. Produsen ponsel pintar asal China tersebut merasakan ada permintaan dari konsumen Huawei di Indonesia cukup tinggi akan adanya gawai wearables di segmen harga yang lebih rendah.

"Meski ada perlambatan ekonomi, kebutuhan perangkat sehat Konsumen Huawei di Indonesia cukup tinggi akan smartband yang terjangkau, maka dari itu, kami membuat smartband ini," kata Edi menjawab pertanyaan INILAHCOM dalam jumpa pers peluncuran Huawei band 6 secara virtual, Jumat (17/4/2021).

Minat masyarakat terhadap wearables kesehatan seperti smartband yang disampaikan oleh Edi memang terjadi secara global. Firma riset pasar IDC pada awal tahun 2021 mengumumkan bahwa selama 2020 pasar wearables tumbuh hingga 28,4 persen.

Selain munculnya disposable income akibat berkurangnya kebutuhan berpelesir, pandemi juga membuat isu kesehatan dan kebugaran muncul di dalam kesadaran masyarakat konsumen.

Research Manager IDC Mobile Device Trackers Jitesh Ubrani mengatakan, pihaknya melihat adanya tren berolahraga dalam ruangan menjadi pendorong populernya wearables, seperti arloji dan gelang pintar.

"Wearables yang memiliki sensor kesehatan semacam ini juga memungkinkan pengguna dan tenaga kesehatan memantau kondisi kesehatan dan kemunculan penyakit tertentu," kata Ubrani.

Berdasarkan hasil riset IDC, Apple masih menjadi produsen wearables terbesar kuartal IV-2020 dengan pangsa pasar sebesar 36,2 persen. Perlu diperhatikan, IDC juga menghitung gawai audio seperti earphones sebagai wearables. Lalu disusul Xiaomi dengan 8,8 persen pangsa pasar, Samsung (8,5 persen), dan Huawei (6,7 persen).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA