Mudahnya Merawat Mobil Berteknologi PHEV

IN
Oleh inilahcom
Minggu 25 April 2021
share
 

MENGGUNAKAN mobil berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), selain efisien juga mudah dalam pengisian daya dan dalam perawatannya.

Selain popular sebagai kampiun mobil reli dan tangguh, Mitsubishi juga hadirkan teknologi hybrid di beberapa modelnya. Salah satunya adalah Mitsubishi Outlander PHEV. Crossover berpenampilan futuristis ini pertama kali diluncurkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pada tahun 2019.

Menurut MMKSI, Outlander PHEV sukses hadirkan kendaraan ramah lingkungan namun dengan kualitas dan ketangguhan khas Mitsubishi. Namun, tak sedikit konsumen yang merasa bahwa perawatan mobil listrik masih menjadi pertanyaan besar.

Kabar baiknya, MMKSI menggaransi bahwa mobil hybrid Mitsubishi cukup mudah untuk dirawat dan praktis. Tentunya hal tersebut juga berlaku untuk Outlander PHEV. Mitsubishi sendiri sudah merancang sedemikian rupa agar teknologi hybrid mereka dapat bertahan lama dan mudah untuk dirawat.

Tips menjaga baterai Mitsubishi Outlander PHEV

Hal tersebut disampaikan oleh Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Boediarto.

"Konsumen tidak perlu khawatir mengenai baterai Mitsubishi Outlander PHEV karena perawatannya cukup mudah. Selain itu Mitsubishi juga menggaransi komponen baterai hingga 100.000 km atau 3 tahun. Hal tersebut merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book," jelas Boediarto.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan baterai dengan teknologi Li-ion. Oleh karena disarankan untuk hindari memarkir kendaraan di lokasi dengan temperatur tinggi dan terkena sinar matahari langsung. Tujuannya untuk membuat usia baterai menjadi lebih awet.

Dalam penggunaan harian juga disarankan untuk menjaga kapasitas baterai dalam kondisi terisi. Selain itu juga tidak disarankan untuk menyimpan kapasitas baterai dalam kondisi penuh dalam jangka waktu yang lama.

Tak hanya itu, saat melakukan pengisian daya, konsumen juga perlu memerhatikan beberapa hal penting.

"Disarankan untuk gunakan fasilitas home charging dengan arus listrik rendah dan minimalisir penggunaan quick charging dengan arus tinggi, kecuali diperlukan. Kami rekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu," papar Boediarto.

Selain itu, MMKSI bekerja sama dengan diler resmi dan beberapa institusi di Indonesia. Tujuannya demi menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di sejumlah titik di wilayah Jabodetabek dan Bali. Nantinya, akan ditambah secara bertahap. Jadi, jangan kuatir untuk gunakan mobil hybrid Mitsubishi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA