Trafik Data Seluler Saat Lebaran 2021 Naik Drastis

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 18 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Penggunaan data internet melalui sambungan selular melonjak selama Ramadan dan Idul Fitri 2021. Kebijakan larangan mudik membuat trafik layanan data emiten telekomunikasi tanah air meningkat.

Indosat mencatatkan kenaikan trafik data 10% dari periode Lebaran tahun lalu. Layanan mobile gaming naik sebesar 90%, media sosial naik 26%, messaging dan video call naik 21%, serta streaming video dan music naik 1%.

Naiknya layanan data tersebut lantaran kebiasaan baru bersilaturahmi secara virtual dan kenaikan tertinggi banyak terjadi di wilayah Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha mengatakan, meningkatnya kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia khususnya di layanan data telah diantisipasi Indosat Ooredoo sejak awal tahun melalui penambahan kapasitas jaringan, pembangunan site baru, serta fiberisasi jaringan 4G.

"Dampaknya adalah lonjakan kenaikan trafik data selama masa Lebaran tahun ini berhasil diimbangi dengan kualitas layanan. Hal ini ditunjukkan dengan kecepatan unduh rata-rata menjadi 9% lebih cepat dibandingkan hari biasa," kata Vikram, Selasa (18/5/2021), dalam keterangannya.

Vikram memperkirakan, tren peningkatan trafik khususnya data, yang diprediksi akan tetap tinggi di masa cuti dan liburan sekolah.

Sementara itu, Telkomsel, juga mencatat kenaikan trafik data selama periode Ramadan dan Lebaran. Telkomsel mencatat lonjakan trafik layanan data hingga 39.7 Petabyte (PB), atau tumbuh 49% dibanding momen yang sama tahun lalu.

Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan, trafik layanan data pada Periode Lebaran 2021 mengalami lonjakan sekitar 39% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

"Hal tersebu didorong semakin tingginya adopsi pemanfaatan layanan komunikasi berbasis digital sebagai sarana silaturahmi virtual guna mengikuti imbauan pemerintah untuk menekan penyebaran virus COVID-19 dengan tidak melakukan aktivitas mudik di momen Idulfitri tahun ini," ujarnya.

Infografis-Trafik-Ramadan-dan-Idul-Fitri-1442-H

Di sisi lain, untuk layanan SMS di momen Ramadan dan Idulfitri 2021 mengalami peningkatan sebesar 33% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Sedangkan untuk layanan panggilan suara, tercatat peningkatan trafik layanan suara sebesar 4% dibandingkan hari biasa.

Nugroho menambahkan, Telkomsel juga mencatat sejumlah platform digital dan virtual yang berkontribusi terhadap penggunaan akses layanan data. Untuk layanan digital, tercatat terjadi lonjakan trafik penggunaan untuk layanan VoLTE Telkomsel sebesar 12%, layanan marketplace video on demand MAXStream Telkomsel sebesar 410%, dan layanan video conference on demand CloudX Telkomsel sekira 68% dibandingkan hari biasa.

Secara umum masyarakat selama di Ramadan dan Idulfitri 1442 H ini juga masih banyak menghabiskan aktivitasnya dengan memanfaatkan sejumlah platform digital sebagai penunjang produktivitas untuk bekerja secara virtual dan belajar daring, seperti melalui layanan video communication dan video streaming yang secara total mampu berkontribusi dalam penggunaan data lebih dari 53%, atau masing-masing tumbuh sekira 14% dan 22%, dibandingkan dengan hari biasa.

Untuk trafik aktivitas digital lain dari masyarakat seperti penggunaan layanan mobile gaming, browsing dan social media oleh pelanggan Telkomsel juga tercatat tumbuh masing-masing sekira 81%, 36% dan 7% selama Ramadan dan Idulfitri 2021, dibandingkan dengan hari biasa.

Selain itu, Telkomsel juga mencatat enam aplikasi berbasis digital yang paling banyak diakses pelanggan antara lain Youtube, Facebook, Whatsapp, Instagram, Tiktok dan Mobile Legends.

Sepanjang momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini, secara berurut untuk lima wilayah operasional Telkomsel yang mengalami kenaikan penggunaan layanan data dibandingkan momen tahun sebelumnya didominasi oleh Sumatra baik Utara, Tengah maupun Selatan (13%), Jawa Timur (12%) dan Jawa Tengah (11%) dibandingkan dengan hari biasa.

Sementara XL Axiata mencatat terjadinya kenaikan trafik layanan data sebesar 35% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya, dan 15% dibandingkan hari-hari biasa (normal) sebelum Ramadan. Meskipun ada larangan mudik, trafik di kota-kota yang biasanya menjadi tujuan utama mudik tetap meningkat.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, "Pola konsumsi masyarakat atas layanan telekomunikasi dan data selama periode liburan Idul Fitri tahun ini kembali dipengaruhi oleh adanya larangan mudik dan berbagai pembatasan mobilitas di tingkat lokal. Eforia masyarakat dalam merayakan Lebaran dan mengisi liburan dengan melakukan perjalanan wisata juga tidak terlalu besar. Hal ini sangat berpengaruh pada tingkat kenaikan trafik yang masih tidak setinggi saat masa sebelum pandemi dan mudik lebaran masih belum dilarang. Kami bersyukur bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk merayakan Lebaran tahun ini dengan lancar, hampir tanpa ada gangguan yang berarti."

Lebaran-2

Gede menambahkan, pola penggunaan berbagai jenis layanan data oleh pelanggan XL Axiata selama libur Lebaran ini bisa menggambarkan semakin maksimalnya masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sarana digital untuk berbagai keperluan sehari-hari. Selama periode Ramadan dan Lebaran, trafik layanan didominasi oleh streaming yang mencapai 85%, disusul oleh social network sebesar 8%.

Pada layanan streaming ini, sejumlah aplikasi mengalami kenaikan trafik pemakaian yang signifikan, seperti layanan berbasis gim mengalami kenaikan trafik rata-rata hingga 142%, Netflik naik 50%, YouTube naik 13% dan Spotify naik 9%.

Untuk layanan Instant Messenger, trafik pemakaian layanan WhatsApp meningkat 21%. Sementara itu, pada layanan Social Network, trafik Twitter meningkat16%. Layanan lainnya juga mengalami kenaikan trafik, antara lain belanja online melalui e-commerce meningkat hingga 65%, sedangkan web browsing naik 15%. Untuk layanan video conference Zoom, meskipun sepertinya juga mulai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersilaturahmi, namun karena ada libur sekolah dan cuti karyawan maka trafik pemakaiannya relative stagnan cenderung menurun. Untuk layanan peta atau penunjuk rute jalan seperti Google Map dan Waze juga tidak terlalu banyak diakses karena adanya kebijakan larangan mudik.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA