Kadar Oksigen Air Berkurang Karena Global Warming

IN
Oleh inilahcom
Selasa 29 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Danau merupakan sumber air yang vital bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Penurunan kadar oksigen pada air danau membahayakan kualitas air minum bagi manusia, juga mengancam keanekaragaman hayati.

Meskipun danau hanya berukuran 3 persen dari permukaan tanah di Bumi, mereka juga mengandung keanekaragaman hayati. Dengan terjadinya pemanasan global, air danau kehilangan oksigen lebih cepat daripada air laut.

"Saturasi atau jumlah oksigen yang terkandung pada air, turun seiring dengan naiknya suhu," kata Kevin Rose, profesor di Rensselaer Polytechnic Institute, seperti dilansir National Geographic.

Para peneliti di Rensselaer Polytechnic Institute di New York melakukan survei pada kadar oksigen air danau di zona beriklim sedang, di kawasan 23 derajat Lintang Utara - 66 derajat Lintang Selatan, termasuk Danau Blelham Tarn di Inggris dan Danau Mendota di AS.

Hasilnya tingkat oksigen air danau di zona ini telah menurun sejak tahun 1980. Berkurang 5,5 persen di permukaan, dan 18,6 persen di perairan dalam.

"Implikasi dari penurunan oksigen di air tawar sangat besar. Semua kehidupan yang kompleks bergantung pada oksigen. Oksigen adalah sistem pendukung bagi jaring makanan akuatik. Hilangnya oksigen berpotensi membuat kita kehilangan spesies," kata Rose.

"Danau kehilangan oksigen 2,75 hingga 9,3 kali lebih cepat daripada lautan. Penurunan kadar oksigen akan berdampak pada seluruh ekosistem. Dengan menurunnya kadar oksigen, bakteri penghasil metana akan tumbuh subur serta mulai berkembang biak. Hal ini membuat danau melepaskan metana lebih banyak ke atmosfer," lanjut dia.

"Penelitian yang sedang berlangsung telah menunjukkan bahwa tingkat oksigen menurun dengan cepat pada lautan di seluruh dunia," tambah Curt Breneman, dekan School of Science di Rensselaer Polytechnic Institute.

"Kami berharap temuan ini membawa urgensi yang lebih besar dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin merugikan," ujarnya.

Pada studi tersebut, para peneliti menganalisis sebanyak lebih dari 45.000 oksigen terlarut dan keadaan suhu, yang dikumpulkan sejak 1941 dari hampir 400 danau di seluruh dunia.

Sebagian besar kawasan di zona beriklim sedang, suhu permukaan air meningkat sebesar 0,38 derajat Celcius per dekade. Konsentrasi oksigen terlarut pada permukaan air menurun sebesar 0,11 miligram/liter per dekade.

Para peneliti menggunakan data 30 tahun dari Danau Blelham Tarn di utara Inggris, yang merupakan satu-satunya danau di Inggris yang digunakan dalam penelitian ini, dikumpulkan antara 1972 dan 2016.

"Faktanya, dengan berkurangnya oksigen pada air danau, hal tersebut berpotensi menjadi indikator meluasnya ganggang jadi meningkat. Beberapa ganggang di antaranya menghasilkan racun dan berbahaya," kata Rose.

"Fenomena tersebut kami percaya berkaitan dengan meningkatnya pertumbuhan alga yang khawatirnya akan membahayakan ekosistem air danau. Danau adalah indikator perubahan lingkungan yang dapat merespons sinyal dari atmosfer di sekitarnya. Ia menjaga lingkungan dari semua bentuk potensi ancaman," imbuh ketua peneliti, Stephen F. Jane.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA