https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 June 2021 - 14:14 wib

Pembangunan Pusat Data RI Didorong Perkuat Sinergi

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan pusat data nasional sebagai salah satu proyek strategis nasional. Selain mendukung kebijakan satu data nasional, infrastruktur ini diharapkan menjadi kendali negara terhadap kedaulatan data warga negara.
 

Menanggapi perencaaan tersebut Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyampaikan bahwa dalam pengadaan Pusat Data Nasional ini sebaiknya melakukan sinergi antar stakeholder, baik pemerintah maupun industri.

“Jangan mentang-mentang ada anggarannya, ya sudah bangun saja tetapi lupa bahwa ada industri yang sudah bangun kapasitas besar untuk data center dan akhirnya idle. Ini akan menjadi persoalan karena teknologi itu umurnya pendek." jelas Ardi dalam Diskusi Pusat Data Nasional secara daring, Selasa (29/06/2021).

Menanggapi pernyataan ICSF tersebut, Hendra Suryakusuma, Ketua Umum IDPRO menyatakan pihaknya membuka tangan dan bersedia jika diajak kerjasama oleh pemerintah dalam pengadaan Pusat Data Nasional.

Ia melanjutkan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan dan pengelolaan data center ada pada SDM karena hampir 73 persen downtime operasional data center ini disebabkan oleh personal yang tidak mumpuni.

“Kami di Industri pun merasa kekurangan SDM yang mumpuni, oleh karenanya kami bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada fakultas teknik elektronya untuk bisa memiliki kurikulum khusus data center,” ungkap Hendra.

Oleh karenanya Hendra berpendapat, Kominfo gagal menjalankan fungsinya membangun SDM yang mumpuni untuk mendukung transformasi digital nasional. Kominfo hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

“Kemenkominfo sebagai regulator seharusnya mendukung penyelenggara data center nasional dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri nasional, dan tidak menjadi pesaing pelaku industri yang sudah berinvestasi,” ungkap Hendra.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, proses pembangunan pusat data nasional telah masuk program strategis kementerian dan memakai anggaran negara. Pembangunannya bertujuan memperkuat kebijakan satu data nasional.

Dengan adanya pusat data nasional, data kementerian dan lembaga pemerintah akan disimpan dan diolah di sana. Salah satu lokasinya adalah Batam. Pembangunannya akan berlangsung tahun 2022 dan ditargetkan selesai pada 2025. Batam dipilih karena kelengkapan infrastruktur pendukungnya, seperti jaringan pita lebar telekomunikasi, pasokan listrik, dan air.

Tag :
ICSF
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan