https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   19 July 2021 - 02:30 wib

Eropa Stop Penjualan Mobil dengan BBM pada 2035

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Brussel - Menurut salah satu dari banyaknya rancangan undang-undang di Brussel, emisi dan kendaraan bermotor di Eropa harus turun 55 persen pada tahun 2030 dan menjadi nol pada tahun 2035.

Artinya, semua mobil penumpang dan niaga yang dijual mulai tahun tersebut adalah kendaraan listrik bertenaga baterai, yang saat ini mewakili kurang dari sepersepuluh pendaftaran baru di Eropa.

Mengutip AFP, Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) mengatakan pihaknya mendukung upaya untuk membuat Ui Eropa netral karbon pada tahun 2050, seperti yang direncanakan undang-undang iklim.

Namun, menanggapi rencana untuk mengurangi emisi lalu lintas jalan menjadi nol pada tahun 2035, ACEA berpendapat bahwa melarang satu teknologi bukanlah cara yang rasional untuk maju pada tahap ini.

Sementara itu, Kelompok Aktivis Transportasi dan Lingkungan menyambut baik rencana tersebut seraya mengatakan bahwa itu menjadi sebagai 'titik balik' untuk otomotif hijau di dunia.

Akan tetapi, direktur eksekutif William Todts memperingatkan, "Masalahnya adalah pembuat mobil hanya harus mulai menjual mobil yang lebih bersih itu pada tahun 2030. Planet kita tidak mampu lagi melakukan pembicaraan besar selama 9 tahun tetapi sedikit tindakan dari industri otomotif."

Selain itu, ada pula kehati-hatian di antara negara-negara anggota seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia yang memiliki sektor besar yang memproduksi kendaraan mesin pembakaran tradisional dan hybrid yang mendukung ratusan ribu pekerjaan.

Tetapi presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bersikeras bahwa transisi itu penting jika Eropa ingin memenuhi target pengurangan emisi dan hal itu didukung publik.

"Sekitar selusin perusahaan otomotif besar baik di Jerman maupun di tempat lain di Eropa telah mengumumkan bahwa mereka akan mengalihkan armada mereka ke kendaraan bebas emisi secara eksklusif," katanya.

"Kami melihat bahwa orang menginginkan perkembangan ini, ada peningkatan besar dalam jumlah yang mendaftar untuk kendaraan listrik," lanjut dia, mencatat bahwa pasar AS telah meningkat tiga kali lipat selama setahun terakhir.

Oliver Zipse, presiden kelompok lobi ACEA dan kepala eksekutif BMW, menekankan bahwa rencana itu hanya akan berhasil jika negara di Eropa meningkatkan ketersediaan infrastruktur.

"Ini akan sangat penting untuk mengisi daya jutaan kendaraan listrik yang akan dibawa oleh pembuat mobil Eropa di tahun-tahun mendatang," katanya.

Transportasi darat adalah cara paling umum di Eropa untuk bepergian, tetapi hal itu berkontribusi 15 persen dari emisi gas rumah kaca.

Dampak ekonomi dari pandemi virus corona telah memukul pasar otomotif, kecuali penjualan mobil listrik yang bertumbuh.

Mobil bertenaga baterai mewakili delapan persen dari pendaftaran mobil baru di Eropa barat dalam lima bulan pertama tahun ini, dengan 356.000 kendaraan baru, lebih banyak dari pada tahun 2019.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

BMW Berencana Kurangi Emisi Karbon Hingga 40 Persen pada 2030

BMW berencana mengurangi emisi karbon pada semua fase penggunaan kendaraan buatan mereka, termasu
berita-headline

Kanal

Kebijakan Berbasis Bukti Butuh Ekosistem Pengetahuan yang Mumpuni

Indonesia membutuhkan ekosistem pengetahuan yang mumpuni agar proses perencanaan kebijakan berbas