Mendobrak Stigma 'Inkonsistensi' Brand Asal China

Perjalanan Empat Tahun Kiprah Wuling di Indonesia

IK
Oleh ikhsan
Minggu 18 Juli 2021
share
 

PT SGMW Motor Indonesia, agen pemegang merek Wuling di Indonesia, memasuki tahun keempat menjejakan kaki di Tanah Air. Pada awal kemunculannya, pabrikan mobil asal China ini langsung menggebrak pasar dengan menawarkan mobil Low MPV seharga kendaraan Low Cost Green Car (LCGC).

Kala itu, Wuling hadir di tengah suara bising inkonsistensi pemain roda empat asal China di Indonesia. Seperti diketahui, Wuling bukan produsen mobil pertama yang mencari peruntungan di Tanah Air. Sebelumnya ada Geely yang lebih dahulu bertarung dengan produsen Jepang. Merek ini mulai menjual produknya pada 2009 dan menghilang dari data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada 2016.

Namun, keseriusan Wuling menggarap pasar Indonesia tampak jauh berbeda dengan Geely. Hal tersebut langsung dibuktikan dengan menanamkan investasi senilai US$700 juta (atau sekitar Rp9,3 triliun dengan kurs saat itu) guna membangun pabrik di Cikarang, Jawa Barat.

Pabrik seluas 60 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi 120.000 unit per tahun. Angka itu setara dengan 10 persen rata-rata produksi mobil di Indonesia setiap tahun sebelum pandemi COVID-19. Hingga tahun lalu, Wuling memiliki empat model yang dipasarkan di Indonesia. Tiga di antaranya mengisi segmen mobil penumpang, yakni Low MPV Confero, MPV Cortez, dan SUV Almaz. Satu sisanya, Formo, adalah mobil van yang bertarung di kelas kendaraan niaga.

Adapun kehadiran Wuling pada 2017 bisa dibilang cukup bikin heboh. Wuling menawarkan sebuah mobil penumpang berkapasitas 7 orang dengan ruang kabin yang luas --tidak seperti LCGC tiga baris penumpang-- dengan harga mulai dari Rp128,8 juta. Padahal pemain dengan kubikasi mesin dan spesifikasi interior serupa mematok harga pada kisaran Rp200 jutaan.

Namun, tampaknya harga bukan pertimbangan utama konsumen otomotif di negara ini. Buktinya, Wuling Confero tidak mampu menembus daftar 10 mobil terlaris pada awal masa peluncurannya. Toyota Avanza, dengan serbuan komentar 'Low MPV kemahalan' tak bergeming dariurutan pertama.

Begitu pula satu tahun setelahnya dan juga tiga tahun setelahnya atau 2020. Wuling yang memiliki lini mobil di bawah harga pasar belum memiliki model yang masuk dalam jajaran 10 mobil terlaris.

Meski demikian, bukan berarti Wuling tidak memiliki harapan di Indonesia. Merek ini cukup potensial pada suatu hari masuk dalam jajaran mobil terlaris. Pada tahun pertama kiprahnya di Tanah Air, mereka langsung merangsek ke posisi 11 sebagai merek dengan penjualan terbesar, melampaui Mazda dan Chevrolet yang mereknya terdengar jauh lebih akrab di telinga orang Indonesia.

Perlu dicatat juga, pada 2017 Wuling tidak berjualan setahun penuh. Penjualan pertama mobil ini ke konsumen mulai tercatat pada Agustus 2017. Setahun setelahnya, Wuling tutup buku dengan penjualan 17.022 unit dab berada di urutan kesembilan. Giliran Nissan, Datsun, dan Mazda yang harus rela disalip.

Juga pada tahun selanjutnya atau 2019, Wuling masih berada pada posisi yang sama, yaitu sembilan, dengan total penjualan naik 31,1 persen atau menjadi 22.343 unit.

Laju Wuling kemudian terhambat dengan pandemi COVID-19. Seperti pabrikan lainnya, penjualan pabrikan ini anjlok. Berdasarkan data GAIKINDO, Wuling hanya memasok 6.581 unit atau turun 70,5 persen sepanjang 2020.

Low MPV Confero menyumbang penjualan terbesar atau 46,5 persen dari total penjualan Wuling. Kemudian Cortez, Formo, Almaz, masing-masing menyumbang 19,0 persen, 4,9 persen, dan 29,6 persen.

Memasuki 2021, industri otomotif Tanah Air mulai kembali bergeliat setelah Pemerintah merilis kebijakan relaksasi pajak berupa diskon PPnBM hingga 100 persen. Wuling pun turut menikmati kebijakan tersebut dengan kembali melonjaknya penjualan mereka di semester pertama tahun ini.

Sepanjang Januari-Juni 2021, Wuling mencatat penjualan sebanyak 10.187 unit. Menariknya, Wuling berhasil kembali masuk ke dalam daftar 10 brand mobil terlaris di semester pertama 2021 dengan menempati posisi kedelapan. Wuling pun kembali menjadi satu-satunya brand asal China di antara sembilan merek Jepang yang masuk ke dalam daftar tersebut.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA