https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 July 2021 - 13:13 wib

Cermat Pilih Pinjol Biar Enggak Bikin Dongkol

berita-profile

Inilah

0

0

Tanpa jaminan dan syarat yang berbelit-belit, pinjaman online menjadi salah satu inovasi paling menggelegar di industri keuangan. Terlebih di tengah masyarakat yang tertekan karena ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang bisa meningkatkan kebutuhan dana darurat di masyarakat. Apabila tidak hati-hati, masyarakat bisa terjerumus pada pinjol ilegal.

”Kebutuhan dana darurat yang meningkat selama pandemi akan mendorong masyarakat mencari pinjaman daring,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah.

Ia menjelaskan, untuk menjaga kualitas pinjaman, perusahaan pinjaman daring resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan sembarang menyalurkan pinjaman. Pihaknya menilai dulu kemampuan mencicil dari calon nasabah yang akan meminjam itu. Apabila tidak masuk persyaratan, pinjaman tidak akan dikucurkan. Ini dilakukan agar tidak terjadi tunggakan pembayaran.

Nasabah yang layak dan memenuhi syarat, lanjutnya, tidak sampai 50 persen dari total orang yang mengajukan pinjaman. Setelah ditolak atau gagal di pinjaman legal, sangat mungkin mereka beralih di pinjaman ilegal. Sebab, persyaratannya sangat longgar.

Mengutip data OJK, total dana akumulasi penyaluran pinjaman daring resmi per akhir April 2021 mencapai Rp 194,1 triliun dengan jumlah peminjam 60 juta akun. Nilai tersebut meningkat 83 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 106,06 triliun.

Kenali Pinjaman Online Ilegal

tak sedikit orang yang memutuskan untuk mengajukan pinjaman online. Berbagai aplikasi yang menyediakan layanan pinjol terbaik memang dapat menjadi alternatif bijak dalam mendapatkan bantuan dana tunai untuk atasi masalah keuangan mendesak. Alasannya karena syarat pengajuan pinjaman tersebut relatif mudah dan dapat diajukan secara online.

Akan tetapi, di balik kemudahan dan kepraktisannya tersebut, pinjaman online juga memiliki sederet risiko yang merugikan. Contoh yang paling umum adalah ancaman dari layanan pinjol ilegal. Nah, agar risiko buruk pinjaman online tersebut dapat diminimalisir. Dikutip dari situs OJK berikut tips untuk terhindar dari pinjol ilegal :

1. Pilih Fintech Berizin dan Terdaftar OJK dan Tergabung dalam AFPI

Sebagai layanan pinjaman berbasis digital dan bisa ditawarkan secara online, siapa saja dapat mendirikan layanan pinjaman online dan menawarkannya kepada masyarakat. Tak terkecuali lembaga keuangan abal-abal yang hanya ingin menjebak nasabahnya dengan tingkat bunga selangit dan denda keterlambatan mencekik.

Inilah mengapa Anda hanya boleh mengajukan pinjaman online pada lembaga yang terbukti telah mengantongi izin usaha dan status terdaftar dari OJK dan tergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Data terakhir dari OJK menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 148 lembaga keuangan atau fintech yang terpercaya dan legal beroperasi di Indonesia.

2. Tujuan Ajukan Pinjaman Online Jelas

Kemudahan mengajukan pinjaman online seringkali harus dibayar dengan tingkat bunga yang relatif lebih tinggi ketimbang produk pinjaman lainnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menentukan terlebih dulu tujuan mengajukan pinjaman tersebut agar tidak menyesal belakangan.

Hindari ajukan pinjaman online untuk menutup tanggungan utang lainnya yang menunggak. Pasalnya, hal ini hanya akan memperpanjang masa Anda terjerat utang yang melilit keuangan. Memenuhi kebutuhan konsumtif dengan pinjaman online juga sebaiknya dijauhi.

Pinjol-OJK-1024x1024
 

3. Simak Tingkat Bunga dan Denda Keterlambatannya

Layanan pinjaman online yang terpercaya pasti berusaha untuk menunjukkan segala informasi terkait aktivitas pinjaman dengan gamblang dan terbuka. Hal ini termasuk tingkat bunga yang dibebankan, denda keterlambatan, dan biaya-biaya lainnya yang menjadi tanggungan nasabah.

4. Sesuaikan Dana Pinjol dengan Kemampuan Bayar dan Kebutuhan

Dana yang didapatkan dari pinjaman online memang dapat dengan bebas Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan apapun. Meski begitu, jangan terlena hingga mengajukan pinjaman dengan nominal jauh melebihi kebutuhan. Pasalnya, hal ini akan melonjakkan jumlah tagihan yang nantinya harus dibayar dan membebani keuangan.

5. Teliti Seluruh Poin dalam Kontrak Pinjaman

Sebelum menyetujui aktivitas pinjaman, pihak pinjol biasanya akan menunjukkan kontrak pinjaman terlebih dahulu. Dalam kontrak tersebut terdapat seluruh hal yang perlu Anda ketahui terkait aktivitas pinjaman, seperti, tingkat bunga, denda keterlambatan, metode penagihan, hingga cara mengatasi sengketa jika terjadi.

[inu]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Wajib Tahu! Solusi Aman Biar Nggak Terjerat Pinjaman Online

Perkembangan teknologi digital, membuat semakin ramainya aplikasi pinjaman online dengan sarat ma
berita-headline

Empati

Hati Hancur Ketika Keluarga Terjerat Pinjol

Layanan pinjaman online (pinjol) kini semakin marak, menjadi salah satu solusi yang dipilih orang
berita-headline

Inersia

Kredivo: Bencana Pinjol Ilegal Terjadi Akibat Minim Literasi

Situasi ekonomi yang terkontraksi akibat pandemi seolah menjadi tanah yang gembur bagi pertumbuha
berita-headline

Viral

Sering Dijadikan Penipuan Online, Oxone Lapor Polisi, Kasusnya Ditangani Polres Jakarta Utara

Kesal produknya dijadikan ajang penipuan online (cyber crime), Oxoneonline melaporkan akun-akun b
berita-headline

IXU

Menimbang Fatwa Pinjaman Online, Halal Apa Haram?

Pinjaman online (pinjol) yang menjanjikan kemudahan nyatanya banyak membawa keluh kisahnya sendir