https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 July 2021 - 12:30 wib

Jatuh Bangun Bertahan Saat Pandemi, Apa Kuncinya?

berita-profile

Inilah

0

0

Pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir ini membuat  sebagian pelaku usaha akhirnya mengubah haluan. Adapun  sebagian lainnya melakukan berbagai cara tersendiri untuk memastikan kepercayaan pelanggan sehingga bisnis dapat tetap berjalan. Ide-ide kreatif pun dihadirkan untuk melayani konsumen yang harus melakukan berbagai kegiatan di rumah.

Untuk terus beradaptaasi Plt. Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar mengatakan, digitalisasi menjadi kunci utama KAI Commuter bertahan dan terus maju di masa pandemi COVID-19. Ada pun adaptasi termasuk penerapan protokol kesehatan dan lain sebagainya.

"Terdapat beberapa langkah yang kami lakukan untuk winning pandemic dan tetap melayani masyarakat. Pertama adalah mengubah budaya internal dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan KAI Commuter," kata Roppiq dalam diskusi media daring, ditulis pada Sabtu.

"Kedua adalah kita harus resilience. Memberikan extra service dengan pengaturan flow penumpang di stasiun dan di dalam KRL. Lalu menyediakan sarana dan prasarana pendukung prokes, penyemprotan disinfektan di stasiun dan KRL, mengembangkan aplikasi KRL Access untuk mendukung prokes, dan membentuk agen perubahan C-Ranger untuk percepat implementasi budaya baru naik KRL," jelas dia.

Langkah ketiga adalah mengubah budaya masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan membangun kepercayaan konsumen KRL sebagai transportasi publik yang aman, mengutamakan kesehatan, ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan.

"Langkah keempat adalah menjalankan operasi dengan new normal activities, menerapkan strategi yang adaptif dengan perubahan, serta mengembangkan bisnis yang fokus pada sustainability development," kata Roppiq.

Di sisi lain, ia juga memaparkan bahwa di masa pandemi ini, KAI Commuter hanya melayani 66,6 juta penumpang di tahun ini karena kenaikan jumlah kasus positif yang terus meroket. Hal ini kemudian memaksa perusahaan untuk semakin membatasi penumpang di dalam kereta, dari yang mulanya berkapasitas 200 penumpang, dipangkas menjadi 74, lalu di masa PPKM menjadi 52 penumpang saja.

"Pertumbuhan penumpang turun sebesar 60 persen karena pengurangan kapasitas di kereta, dengan semua penyesuaian dan penerapan protokol kesehatan yang ada tetap kami melakukan efisiensi melalui harga yang tetap affordable untuk masyarakat," ujar Roppiq.

Soal digitalisasi, Roppiq mengatakan terdapat aplikasi yang bisa digunakan masyarakat untuk memantau ramai-tidaknya stasiun dan kereta yang hendak dituju untuk meminimalisir kerumunan. Hal ini ia nilai mendapat respon positif dari masyarakat.

"Dalam kondisi sekarang yang penuh ketidakpastian dan selalu berubah, kita dipaksa untuk terus inovasi, menemukan jalan untuk bertahan dan berdaptasi," kata Roppiq.

"Di KCI, kita digitalisasi juga, dimana para pengguna KRL bisa tahu bahwa stasiun-stasiun tertentu bisa dipantau sebelum masuk, apakah landai atau padat, dan lainnya. Hal itu banyak dirasakan pengguna sehingga bisa mengurangi kepadatan di stasiun. Hal-hal kecil seperti itu sudah berdampak besar kepada pelanggan," imbuhnya. [inu]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.
berita-headline

Viral

Menag Sebut Vaksinasi di Pesantren Strategis

Program vaksinasi untuk para santri hingga saat ini masih terus berlanjut sebagai upaya mewujudka
berita-headline

Viral

Ada Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Wajib Tutup 3 Hari

Saat ini sejumlah daerah telah melakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) te
berita-headline

Viral

Indonesia Capai 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, Indone