https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 10:10 wib

Digitalisasi Kehidupan dan Pekerjaan yang Seimbang

Pandemi Covid-19 membuat perusahaan harus melakukan kebijakan bekerja dari rumah bagi sebagian karyawan. Untuk tetap menjaga bahkan meningkatkan produktivitas dari kinerja setiap karyawan, maka ekosistem digital perlu dibangun.

Memasuki dunia kerja, salah satu bentuk kemudahan dan perubahan sebagai efek dari era digital ini adalah berpindahnya tempat kerja, yang semula bekerja identik dengan datang ke kantor dan melakukan urusan pekerjaan di sana, sekarang pekerjaan dapat diselesaikan dimanapun dan kapanpun.

Tidak ada batasan lagi bagi karyawan untuk berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan, karena hanya dengan bermodal gawai laptop dan ponsel pintar segala bentuk komunikasi serta urusan pekerjaan dapat diselesaikan tanpa harus berada dikantor.

Perubahan besar yang memiliki dampak luar biasa terutama pada aktivitas manusia serta pembentukan kebiasaan baru dalam dunia kerja terjadi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Bekerja dari rumah atau populer dengan istilah Work From Home (WFH) tercipta sebagai solusi atas kondisi pandemi yang berdampak pada pembatasan pergerakan orang di tempat umum tidak terkecuali di ruang-ruang kerja dan lokasi perkantoran, sebagai upaya menekan jumlah penyebaran virus di masyarakat. WFH berarti bahwa seorang pegawai memiliki fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan dari tempat tinggalnya. Kegiatan meeting atau koordinasi tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka dan beralih dilaksanakan secara daring.

Namun demikian, disadari atau tidak perubahan aktivitas sebagai bentuk kemudahan akses antar manusia sebagai wujud dari kecanggihan teknologi tersebut, membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi samar. Waktu bekerja tidak lagi dibatasi dengan istilah jam kerja atau office hours, sehingga urusan pekerjaan dapat muncul kapan saja dan di manapun berada.

Padahal keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau yang sering disebut dengan work life balance merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas seorang pegawai dalam bekerja.

Pegawai yang tidak memiliki work life balance akan mengalami demotivasi dalam bekerja, kehidupan sosialnya menjadi berantakan bahkan berdampak pada kesehatan mentalnya. Lain halnya dengan seorang pegawai memiliki work life balance, banyak manfaat yang dapat dirasakan bukan hanya untuk kehidupannya tapi juga untuk organisasi.

Dikutip dari SehatQ,  Manfaat work life balance antara lain Pertama, meningkatkan produktivitas. Dengan keseimbangan kehidupan di kantor dan di luar kantor, akan membuat pegawai menjadi lebih bahagia. Perasaan bahagia ini akan membuat pegawai menjadi lebih produktif dan mampu memberikan inovasi-inovasi untuk kinerja yang lebih baik. Kedua, mencegah stress. Beban kerja yang berlebihan berpotensi menimbulkan stres.

Namun, stres tersebut dapat dicegah dengan manajemen waktu yang baik antara bekerja dan bersantai. Ketiga, sehat jasmani dan rohani. Pengaturan pola hidup sehat dan pola bekerja yang baik akan menciptakan kondisi tubuh dan mental yang sehat sehingga pekerjaan apapun dapat diselesaikan dengan cepat dan terasa ringan.

Keempat, meningkatkan hubungan yang lebih baik. Memiliki work life balance berdampak pada hubungan pegawai dengan keluarga, kerabat, dan rekan kerja menjadi lebih baik karena memiliki porsi waktu untuk berinteraksi.

Dan terakhir adalah memiliki waktu untuk beraktivitas di luar pekerjaan. Pegawai bisa memiliki waktu dan tenaga untuk dapat menjalankan aktivitas lain diluar pekerjaan seperti menjalankan hobi, berolahraga, bergabung dengan komunitas, jalan-jalan dan sebagianya.

Work life balance bukan sesuatu yang mustahil untuk terwujud jika diusahakan dengan maksimal. Dukungan organisasi sangat berperan penting dalam mewujudkan work life balance bagi pegawainya. Bekerjalah dengan cerdas sehingga kesuksesan yang dicapai tidak hanya di dunia kerja tapi juga di kehidupan pribadi. [inu]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bike to Work Sudirman-Thamrin Sudah Boleh, Bike to Sport masih Dilarang

Bagi penggemar sepeda atau yang biasa mengayuh sepeda menuju kantor di kawasan Jl Jenderal Sudirm