Obat Kumur Ternyata Picu Kanker

DK
Oleh Dahlia Krisnamurti
Kamis 22 September 2011
share
wordpress.com

INILAH.COM,Jakarta - Obat kumur yang sering digunakan untuk mengatasi bau mulut dan infeksi pada gigi ternyata berbahaya. Pasalnya, 'pengharum ini berisiko sebabkan kanker. Benarkah ?

Sebuah studi baru menyebutkkan, penggunaan obat kumur dalam waktu yang panjang ternyata berisikomenyebabkan timbulnya pada kanker mulut.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Australia menyebutkan bahwa terlalu sering menggunakan obat kumur, terutama yang berbahan dasar alkohol dapat meningkatkan risiko kanker mulut hingga sembilan kali lipat.

Tim peneliti yang terdiri dari para dokter gigi dari University of Queensland dan University of Melbourne mengatakan, meskipun beberapa jenis obat kumur dapat membantu dalam mencegah timbulnya plak gigi dan radang gusi, namun sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang.

Mereka menganjurkan agar obat kumur digunakan sebagai tambahan atau pelengkap dari perawatan kesehatan gigi yang utama yaitu seperti menyikat dan menggunakan benang gigi.

Para peneliti juga memperingatkan risiko kanker mulut akan lebih berdampak pada mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Hasil penelitian menyebutkan, diantara mereka yang menggunakan obat kumur berbahan dasar alkohol, risiko kanker mulut akan meningkat hingga sembilan kali lipat pada mereka yang perokok.

Bagi mereka peminum alkohol, risiko akan meningkat hingga lima kali lipat. Sementara bagi pengguna obat kumur yang bukan peminum dan perokok, risiko tersebut hanya berada di bawah angka lima kali lipat.

"Penggunaan jangka panjang obat kumur yang mengandung bahan ethanol harus dihindari, mengingat bukti terbaru menyebutkan kemungkinan bahan ini ada kaitannya dengan risiko kanker mulut," tulis para peneliti dalam jurnal mereka.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa obat kumur yang tersedia di pasaran saat ini mengandung alkohol hingga 26 persen.

Padahal, jenis obat kumur dengan konsentrasi alkohol lebih dari 20 persen memiliki efek yang lebih berbahaya, termasuk diantaranya dapat menyebabkan penyakit radang gusi, bintik merah pada mulut yang disebut petechiae dan pelepasan sel pada dinding mulut.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA