Awas! Buta Permanen 'Incar' Penderita Diabetes

DK
Oleh Dahlia Krisnamurti
Jumat 21 Oktober 2011
share
IST

INILAH.COM, Jakarta - Diabetes merupakan penyakit sangat membahayakan. Disamping dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit lain atau komplikasi, diabetes 'akut' juga bisa memicu kebutaan permanen. Benarkah?

Komplikasi diabetes tak cuma akan menyerang multiorgan seperti stroke, hipertensi, jantung, dan ginjal, tetapi juga dapat mengakibatkan kebutaan.

Dr. Ari Djatikusumo dari Departemen Kesehatan Mata divisi Vitreo Retinal Surgery Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan, orang dengan diabetes, harus mewaspadai komplikasi terjadinya retinopati diabetik (RD). RD adalah penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes.

"Banyak orang dengan diabetes tidak tahu komplikasi penyakit ini yang ternyata bisa juga bisa merusak retina mata. Jadi retinopatik diabetik itu suatu paket dari komplikasi diabetes yang mempengaruhi pembuluh darah kecil di salah satu bagian mata, yaitu retina," kata Ari di Jakarta.

Sementara itu, retinopati tahap awal juga dikenal sebagai retinopati nonproliferasi (nonproliferative retinopathy). Gula darah yang kurang terkontrol pada pasien diabetes membuat pembuluh darah kecil di mata (disebut pembuluh darah kapiler) menjadi rentan dan terbentuk titik-titik yang melemahkan yang disebut micro aneurysms.

Cairan ini kemudian bocor ke makula, daerah yang bertanggung jawab terhadap penglihatan presisi. Hal ini menyebabkan pembengkakan makula.

Seiring dengan peningkatan dan perkembangan penyakit, sejumlah pembuluh darah yang rusak akan menutup, menghalangi aliran darah ke bagian retina. Tidak ada pembuluh darah baru yang tumbuh selama tahapan retinopati.

Selama retinopati tahap akhir, pembuluh darah baru tumbuh pada mata untuk memasok darah ke area yang rusak. Inilah mengapa pada tahap akhir retinopati kerap disebut dengan retinopati proliferasi (proliferative retinopathy).

Namun pembuluh darah kapiler ini amat rentan. Perdarahan dari pembuluh darah kapiler baru ini bisa dengan cepat mengurangi kapasitas penglihatan dan menyebabkan kebutaan. Pada sejumlah kasus, pendarahan dapat menyebabkan copotnya retina dan retina bisa terlepas dari dinding mata.

Menurut Wisconsin Epidemiologic Study of Diabetic Retinopathy (WESDR), sebanyak 3,6% pasien dengan diabetes tipe 1 dan 1,6% diabetes tipe 2 bisa menjadi buta dalam studi ini.

Menururt Ari , walaupun belum ada data pasti mengenai jumlah penderita RD di Indonesia, namun ia mengatakan, berdasarkan hasil skrining terhadap pasien dengan diabetes di RSCM, sebesar 30 persen menunjukkan ada kelainan pada mata. Pada tahap awal, RD tidak akan mempengaruhi pengelihatan. Namun jika dibiarkan berkembang maka pengelihatan akan terganggu.

"Kalau sudah parah akan muncul gejala penurunan pengelihatan, sampai pada kondisi buta mendadak. Jadi kalau sudah ada kelainan di mata, diabetesnya sudah parah," katanya.

Ari menjelaskan , untuk mengurangi risiko kebutaan akibat RD, masyarakat harus fokus dan peduli untuk melakukan upaya deteksi dini.

Misalnya, mengendalikan kadar gula darah, kendalikan tekanan darah, periksa mata dan diabetes secara berkala. Jika seseorang sudah mengalami kerusakan pada pembuluh darah di retina, maka tidak ada harapan untuk dapat melihat normal seperti sedia kala.

"Disarankan, jangan hanya mengontrol gula saja, tapi organ-organ yang umumnya terlibat harus di cek, salah satunya mata. Diharapkan dengan sosialisasi ini ada awareness dari masyarakat untuk memeriksakan matanya," ungkapnya.

Faktor risiko utama terhadap terbentuknya retinopati diabetes adalah durasi diabetes. Di antara pasien yang mengidap diabetes tipe 1 pada studi WESDR, sebanyak 8% mengalami retinopati diabetes tiga tahun setelah yang bersangkutan didiagnosis mengidap diabetes, 25% setelah 5 tahun dan 80% pada 15 tahun.

Rata-rata, butuh waktu 15 tahun mulai dari tahap awal hingga tahap kebutaan yang diakibatkan diabetes jika tidak tertangani dengan baik.

Deteksi awal retinopati dapat mencegah kebutaan, karena sejatinya retinopati tahap awal dapat diobati. Bagi mereka yang didiagnosis mengidap diabetes, maka memeriksakan kesehatan mata secara teratur menjadi keharusan, minimal setahun sekali.

Nah, bagi penderita diabetes yang mengalami kesulitan melihat dengan jelas, segera pergi ke dokter mata. Selain itu, mengendalikan kadar gula darah juga dapat mencegah terjadinya retinopati atau memperlambat perkembangan retinopati. [mor]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA