Penularan Flu Burung Masih Jadi Ancaman

DK
Oleh Dahlia Krisnamurti
Jumat 20 Januari 2012
share
inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta - Masyarakat kembali ramai membicrakan flu burung. Akankah penyakit ini kembali merebak luas dan menjadi ancaman?

Kasus kematian PD (23) dan ASR (5), pasien suspect flu burung di RS Persahabatan yang dilansir oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, telah menambah panjang daftar warga yang meninggal karena virus H5N1 yang ditularkan oleh unggas ini.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dengan meninggalnya ASR, membuat angka kematian akibat flu burung menjadi 152 kematian dari 184 kasus yang ada sejak 2005 lalu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama selaku vocal point International Health Regulation (IHR) juga telah menginformasikan kasus ini ke WHO.

"Sepanjang masih ada kasus flu burung di unggas, maka kemungkinan penularan ke manusia masih ada," kata Tjandra di Jakarta, Jumat (20/1).

Oleh karena itu, Tjandra mengharapkan masyarakat dapat melindungi diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Khususnya perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) terutama pada lima waktu kritis, yaitu sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi, dan setelah kontak dengan hewan.

Menurut data Dinas Kesehatan DKI, selama 2009, dari 10 pasien suspect flu burung, sebanyak delapan pasien meninggal dunia (84%). Pada 2010, jumlahnya menurun menjadi tiga pasien, namun ketiganya meninggal dunia (100%). Kemudian pada 2011 dari tiga pasien, dua orang meninggal.

Berdasarkan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan sering dibawa ke bengkel tempat kerja PD (pasien positif flu burung) yang terdapat peliharaan merpati.

Di bengkel tersebut, terdapat kandang berisi burung merpati milik teman PD, dan sering diberi makanan tanpa cuci tangan setelah memegang merpati. PD (23) telah tewas pada 7 Januari lalu karena terjangkit virus flu burung.

Berbagai upaya telah dilakukan Kementerian Kesehatan, antara lain menghubungi beberapa rumah sakit yang selama ini merawat suspect flu burung, dan memonitor perkembangan kasus, menindaklanjuti laporan masyarakat melalui posko Ditjen PP dan PL. [mor]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA