Satu Karyawan Sakit, Setengah Kantor Terinfeksi!

SA
Oleh Santi Andriani
Minggu 03 Februari 2013
share
Ilustrasi - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Penelitian mengungkapkan, hanya dengan satu orang karyawan sakit, lebih dari setengah jumlah karyawan di kantor akan mudah terinfeksi virus dengan cepat, bahkan sebelum jam makan siang.

Maka penting anjuran agar lebih baik beristirahat di rumah sehingga pengobatan akan lebih efektif dan mempercepat penyembuhan.

Seperti dikutip dari dailymail.co.uk, para ilmuwan di Universitas Arizona menyimpulkan banyak media di kantor yang bisa menyebarkan virus si sakit ke seluruh penghuni kantor. Seperti telepon, komputer, permukaan meja, mesin fotocopy, tombol lift, bahkan lemari es di kantor.

Penelitian melibatkan 80 peserta yang merupakan pekerja kantoran dan mendapat tetesan sebelum mulai beraktivitas di kantor.

Sebagian besar menerima tetesan air putih, sementara satu orang tanpa diberitahu, dipilih untuk menerima tetesan yang mengandung virus buatan pemicu flu, sakit perut.

Karyawan kemudian diminta beraktivitas seperti biasa. Setelah empat jam lalu para peneliti mengambil sampel permukaan barang yang umumnya disentuh serta tangan karyawan. Hasilnya, ditemukan, lebih dari 50% dari permukaan dan tangan karyawan telah terinfeksi setidaknya satu virus.

"Kami sebenarnya cukup terkejut dengan seberapa efektif ini menyebar ke segalanya," kata Kelly Reynolds, UA profesor kesehatan masyarakat di universitas. "Saya tidak berharap untuk menemukan sebanyak seperti yang saya lakukan." Dan itu di lingkungan kantor yang orang bekerja terutama di ruang terisolasi, tambahnya.

"Kami benar-benar merasa bahwa tangan lebih cepat daripada bersin dalam penyebaran penyakit," kata Charles Gerba, asisten peneliti utama studi tersebut.

"Kebanyakan orang berpikir batuk dan bersin yang menyebarkan kuman, tetapi jumlah objek yang Anda sentuh luar biasa, terutama pada generasi tombol. Kami menekan tombol lebih dari generasi lainnya dalam sejarah. Pesan utama adalah untuk tinggal di rumah ketika Anda sedang sakit."

Para peneliti menghitung bahwa karyawan menghadapi kemungkinan 40-90% dari infeksi dengan salah satu dari tiga virus. [mor]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA