Bahaya Parfum, dari Sakit Kepala Hingga Jantung

SA
Oleh Santi andriani
Rabu 28 Agustus 2013
share
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta- Hampir tak disadari oleh semua orang bahwa deodoran bisa menyebabkan beberapa keluhan, mulai dari sakit kepala, eksim, asma, hingga serangan jantung yang fatal.

Memakai deodoran kini tak lagi menjadi gaya hidup namun sudah seperti kebutuhan sehari-hari seiring dengaih tuntutan untuk mendapatkan penampilan yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan diri.

Namun penelitian terbaru mengungkapkan, menghirup bahan kimia dari aerosol dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, asma, kesulitan bernafas hingga pada kasus yang lebih besar yaitu memicu masalah jantung.

"Sekitar satu dari tiga orang dewasa di Inggris memiliki beberapa bentuk penyakit alergi - asma, rhinitis atau eksim - dan gejala mereka mudah diperburuk oleh produk wewangian karena kandungan bahan kimia aerosol," kata Maureen Jenkins, direktur pelayanan klinis di Allergy UK.

"Bahkan orang tanpa alergi dapat sensitif terhadap bahan kimia yang ditemukan dalam produk pembersih atau mandi, mengalami reaksi kulit, kesulitan bernapas, mual atau sakit kepala. Reaksi buruk aerosol sebagai kabut halus yang mudah terhirup," sambungnya seperti dilansir dari dailyhealth.

Cara penggunaan deodoran yang tidak tepat ternyata juga memicu risiko-risko tersebut. Penggunaannya seharusnya dilakukan di ruang terbuka.

"Label pada deodoran menginstruksikan Anda untuk tidak menggunakannya dalam ruang tertutup, namun kebanyakan mereka melakukannya di kamar mandi, kemungkinan besar dengan pintu tertutup - dan itu adalah ruang tertutup," kata Dr Peter Dingle, ilmuwan lingkungan dan konsultan toksikologi yang berbasis di Perth, Australia.

Kematian remaja, Jonathan Capewell, 16, bisa menjadi contohnya. Ia ditemukan meninggal di kamarnya dan pihak keluarga sangat kaget sementara mereka mengatakan tidak mungkin remaja Jonathan memiliki serangan jantung.

Namun setelah diotopsi, dokter menemukan Jonathan memiliki sepuluh kali jumlah mematikan butana dan propana dalam darahnya. Gas-gas yang digunakan sebagai propelan aerosol dan tampaknya mereka telah ditumpuk di tubuhnya selama berbulan-bulan. [mor]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA