Apa Sebab Ikan Lebih Baik dari Daging atau Ayam?

SA
Oleh santi andriani
Jumat 30 Agustus 2013
share
ist

INILAH.COM, Jakarta- Ada beberapa orang yang kurang beruntung tidak bisa makan ikan atau makanan laut lainnya dengan alasan karena alergi atau malas dengan durinya, selain juga karena faktor ekonomi.

Padahal ikan dan juga sahabat-sahabatnya, memiliki kandungan gizi yang lebih baik ketimbang jenis hewani lainnya. Makan ikan juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

"Ada hubungan positif antara konsumsi seafood dengan kesehatan," terang ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Elvira Syamsir di Jakarta, baru-baru ini.

Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB ini mengatakan, makanan laut jangan dibatasi hanya yang berasal dari air laut saja, tapi juga yang berasal dari air tawar. Tak hanya ikan, hewani dari air seperti udang, kepiting, kerang, cumi, teripang dan bahkan tanaman air seperti rumput laut memiliki kandungan gizi yang baik.

Mengapa ini dikatakan lebih baik dan sehat ketimbang produk hewani lainnya, Elvira menyebutkan karena ikan dan makanan lautnya mengandung sejumlah dibawah ini.

1. Kaya protein

Mengandung protein yang bermutu tinggi dan rendah kandungan lemak jenuh. Kadar proteinnya sekitar 16-27 per 100 gram.

2. Mengandung asam lemak omega 3,6 dan 9 yang sangat tinggi.

3. Sumber vitamin dan mineral yang sangat tinggi.

"Dengan kandungan-kandungan di atas, maka ini berkontribusi dalam mencegah penyakit jantung dan lainnya," ujar Elvira.

4. Sangat baik untuk tumbuh kembang anak

Selain karena kandungan gizi sangat banyak, "Protein pada ikan sangat mudah dicerna, seratnya yang pendek dibanding pada daging dan ayam, membuat daging ikan mudah dimasak dan dicerna dalam tubuh," jelas Elvira.

5. Makanan laut mengandung semua asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi dalam tubuh.

6. Lemak lebih rendah dari ayam dan daging

Kandungan lemaknya masih lebih rendah dari lemak yang terdapat pada ayam maupun daging

Bahkan dari fatty fish atau ikan yang banyak mengandung lemak seperti ikan sarden, tuna mackerel dam king salmon yang memiliki kadar lemak tinggi 15%, ini masih tidak lebih tinggi dari ikan atau ayam.

"Jadi tidak benar ini dikatakan penyebab kolesterol. Asal tidak berlebihan makannya," jelas Elvira.

7. Rajin mengkonsumsi makanan laut untuk mencegah penyakit jantung koroner.

Ini mengapa orang eskimo meski makanan sehari-harinya adalah ikan tapi kasus penyakit jantung sangat rendah karena dalam makanan ini mengandung lemak tak jenuh.

8. Dampak kesehatan lainnya juga seperti mencegah tekanan darah tinggi, diabetes.

9. Memiliki kandungan tinggi akan vitamin.

Seperti vitamin B kompleks seperti niasin, B12, B6 dan tiamin yang jika kekurangan vitamin B kompleks maka bisa menimbulkan gejala depresi atau penyakit syaraf lainnya.

10. Dalam kerang, kepiting, dan berbagai jenis tiram, tinggi akan kandungan taurin.

Taurin inilah yang terdapat dalam ASI yang berfungsi sebagai perkembangan sel syaraf bayi.

Taurin sebenarnya bisa diproduksi oleh tubuh, tapi ini sulit. "Sehingga sangat dianjurkan pada ibu hamil dan menyusui agar rajin mengkonsumsi ini," jelasnya.

Lalu bagaiamana mereka yang mengaku alergi pada jenis makanan ini? Elvira mengatakan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah benar alergi yang disebabkan adalah berasal dari ikan atau mungkin dari makanan lainnya.

Katanya, bisa juga alergi karena mungkin kualitas ikan sudah tidak segar lagi sehingga malah membawa racun.

Sementara jika memang alergi yang ditimbulkan misalnya hanya seperti gatal atau kulit kemerahan, tidak harus tidak mengkonsumsi ikan sama sekali.

"Tapi terapkan secara perlahan-lahan agar tubuh jadi terbiasa dengan protein yang dianggap asing. Misalnya cukup hanya satu kali dalam seminggu," ujarnya.

Tapi jika alergi yang ditimbulkan sudah kategori berat sampai misalnya membuat tidak bisa bernafas atau gangguan fungsi organ tubuh lainnya. "Sebaiknya memang dihindari dan berkonsultasi ke dokter," ujarnya. [mor]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA