Atasi Autis dan Down Syndrome dengan Stem Cell

SW
Oleh Sri Wulandari
Jumat 20 September 2013
share
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Ada kabar gembira bagi penderita autis dan down syndrome. Penyakit ini ternyata dapat diatasi dengan pengobatan stem cell.

Melalui intervensi medis, stem cell membantu meregenerasi jaringan tubuh yang rusak. Untuk penyembuhan down syndrome, stem cell akan membantu memperbaiki proses neuron dengan memperbaiki sinyal yang keliru pada sistem syaraf pusat.

Stem cell pada anak-anak dapat disuntik melalui ekstravaskuler maupun Intravaskuler, tergantung berat badan penderita autis. Stem cell langsung menuju ke homing.

Bagi penderita autis, pengobat stem cell umumnya didampingi psikolog. Perkembangan matanya selalu diawasi, karena dari sini akan terlihat perkembangan kemampuan berinteraksi.

"Pengobatan stem cell tidak bisa berdiri sendiri, tetapi juga harus ditunjang dengan nutrisi dan pola hidup yang baik. Bagi penderita anak-anak hasilnya sangat luar biasa. Karena sel anak-anak masih muda, sehingga dapat menerima perbaikan dengan cepat," kata Indah Yulianto dr.SpKK (K) PhD, dari Assosiasi Profesior Dermatologi dan Venerologi Universitas Sebelas Maret dan menjadi Principal Researcher Laboratorium Bioteknologi Dermama, di RS Mayapada Jakarta., baru-baru ini.

Menurut Indah, stem cell yang digunakan harus murni dari bagian tubuh manusia atau yang bersifat embrionik. Artinya tidak diambilkan dari sel punca binatang. Karena itu, stem cell yang dikembangkan Dermama dengan prosedur khusus sehingga aman untuk dilakukan.

Stem Cell yang diambil bisa berasal dari ketiak, karena mengandung sel primitif sehingga sangat mudah menjadi stem cell. "Kami tidak mengambil lemaknya, tetapi stromanya, yaitu jaringan ikat yang berada di sekitar lemak," ujarnya.

Tak hanya autis dan down syndrome saja, menurut Indah tetapi juga beberapa penyakit yang menyerang anak-anak, termasuk psoriasis, cerebral palsy, muscular distrophy dan leukemia.

"Kami telah menangani beberapa kasusnya dengan hasil yang sangat menggembirakan. Stem cell bisa digunakan untuk pengobatan banyak penyakit. Karena jumlah sel sangat banyak mencapai 237 sel," papar Indah.

Dermama sudah menjalin kerjasama penelitian bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan menggandeng empat rumah sakit di Indonesia, yaitu Brawijaya Women Children Hospital di Jakarta, RS Muwardi dan RS PKU Muhammadiyah di Solo, serta Rumah Sakit Mayapada di Tangerang.

Dermama juga akan meresmikan laboratorium bioteknologinya di Solo dan menjadi laboratorium bioteknologi khusus stem cell yang mutakhir mengacu pada standar World Health Organization (WHO). Biaya sekali suntik stem cell, menurut Indah, dapat dijangkau sesuai Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat. [mor]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA