Penting! Orang Tua Harus Awasi Tontonan Anak

AD
Oleh Agusniar Ditasani
Selasa 21 Oktober 2014
share
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Orang tua harus bersikap tegas atas tontonan anak. Adegan kekerasan yang ditampilkan dalam film maupun acara TV dapat berpengaruh buruk pada psikologi anak.

Melansir foxnews, Daniel Romer dari Annenberg Public Policy Center di University of Pennsylvania, Philadelphia, melakukan studi yang menemukan adegan kekerasan di rating PG-13 film telah meningkat selama beberapa dekade terakhir. Padahal, rating PG-13 kerap menjadi acuan orang tua dalam membatasi tontonan pada anak.

"Orang tua harus menyadari bahwa film rating PG-13 film justru mengandung kadar tinggi kekerasan," kata Romer.

Inilah alasan mengapa orang tua harus mendampingi anak-anak saat menonton film atau acara TV. Jangan hanya berpatok pada rating yang diberikan oleh komisi penyiaran, melainkan orang tua harus memiliki batasan sendiri atas tontonan anak.

"Sulit untuk bersikap objektif sebagai orangtua tentang memutuskan apa yang boleh ditonton anak dan apa yang tidak," Dr Jeanne Van Cleave dari Departemen Pediatrics di Harvard Medical School dan Divisi Umum Akademik Pediatrics di Rumah Sakit MassGeneral untuk Anak-anak di Boston.

"Menyadari bahwa film dengan PG-13 menuai banyak adegan kekerasan sementara hingga kini aturan rating itu menjadu acuan orang tua dalam pengambilan keputusan mereka," jelasnya.

Cleave menambahkan, bahwa adegan kekerasan dapat berpengaruh buruk atas perkembangan psikologi anak, terutama yang berusia dibawah 14 tahun.

"Meskipun mereka memiliki keterbatasan, secara kolektif, penelitian menunjukkan hubungan antara menonton kekerasan dan kecenderungan berperilaku agresif," ujar Van Cleave kepada Reuters Health.

"Pendapat profesional saya sebagai dokter anak adalah bahwa ya, ada perbedaan yang cukup penting antara melihat ini (adegan kekerasan) pada usia 14 dibandingkan dengan usia 17 tahun," kata Van Cleave.

"Ada banyak perkembangan kognitif dan sosial yang terjadi antara usia tersebut, sehingga pada usia 14 tahun dan 17 tahun akan menimbulkan reaksi berbeda dari hal yang sama," jelasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA