Mhyajo Wakili Indonesia di Lincoln Center New York

AD
Oleh Aris Danu
Kamis 08 Juni 2017
share
Sutradara pertunjukan atau art director perempuan Maria Novita Johannes atau yang karib disapa Mhyajo - (Foto: Inilahcom/Aris Danu)

INILAH.COM, Jakarta-Sutradara pertunjukan atau art director perempuan Maria Novita Johannes atau yang karib disapa Mhyajo akan terbang ke Amerika Serikat untuk program khusus seni pertunjukan internasional di Lincoln Center, New York.

Keberangkatan Mhyajo sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang terpilih dari 70 pelaku kreatif seni pertunjukan di seluruh dunia yang datang dari 33 negara.

"70 orang itu terdiri atas para sutradara pertunjukan, salah satunya saya, penulis naskah skenario, pembuat kostum pertunjukan, music director, aktor, aktris, lighting designer, stage manager, dan masih banyak lagi. Jadi, nantinya kami semua akan sharing dan workshop bareng. Kami akan membentuk grup. At the end dari workshop ini, kami akan mempertunjukkan pergelaran yang memang kami buat," papar Mhyajo dalam wawancara di Tanamera Coffee Roastery, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Perempuan yang meraih penghargaan Catha Mardhika dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini mengatakan, keinginannya untuk terbang ke New York cukup beralasan. Menurutnya, minimnya profesi sutradara pertunjukan di tanah air membuatnya bertekad mengikuti program khusus seni pertunjukan internasional di Lincoln Center.

"Kalau boleh dibilang sedikit sekali orang yang profesinya sama seperti aku di Indonesia. Saking sedikitnya banyak orang yang hampir tidak menghargai bahwa ada lho seperti saya profesi ini," paparnya.

Mhyajo bercerita, ia punya pengalaman menarik ketika mendapat project pertunjukan dan muncul pertanyaan tentang profesinya.

"Ketika saya dealing dengan suatu institusi, mereka kaget, bahkan ada yang sampai bertanya,"Oh ada ya (sutradara pertunjukan)? Dalam suatu pertunjukan atau pergelaran kami harus membayar jasa director-nya?. Bagi saya ini menyedihkan, sepertinya (profesi ini) ada enggak ada," ungkapnya.

Perempuan yang sukses menggelar sejumlah pertunjukan seperti Salam Kreatif, APEC's Cultural Dinner, ITB Berlin Opening, dan Indonesia Creative Product Week ini dikenal sebagai sutradara pertunjukan yang memiliki cirikhas mengawinkan unsur-unsur seni pertunjukan modern dengan kekayaan tradisional. Salah satu karyanya yang paling diingat hingga kini adalah ketika dirinya menggabungkan tari kecak (Bali) dengan pertunjukan musik orkestra yang ia namai "kecak-chestra". [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA