Ini Akibat Kekurangan Omega-3 pada Anak

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 25 Februari 2019
share
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Studi yang dipublikasi di British Journal of Nutrition (2016) menemukan, 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan omega-3.

Salah seorang penelitinya, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, memaparkan hasil penelitian tersebut dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta, baru - baru ini.

Tumbuh kembang, termasuk intelegensia anak, sangat ditentukan oleh nutrisi, stimulasi, dan faktor lingkungan dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

"Selama masa ini, ada komposisi gizi yang sangat esensial untuk proses tumbuh kembang, misalnya asam lemak esensial," ungkap Prof. Ahmad.

Asam lemak adalah unsur pembentuk lemak, yang terbagi secara dua garis besar: asam lemak jenuh atau saturated fatty acid, dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid). Asam lemak tak jenuh dibagi lagi menjadi dua: asam lemak tak jenuh ganda atau PUFA (polyunsaturated fatty acid), dan asam lemak tak jenuh tunggal atau MUFA (monosaturated fatty acid). PUFA terdiri atas omega-3 dan omega-6, dan MUFA berupa omega-9.

Berdasarkan penelitian Prof. Ahmad dan kolega, kekurangan asupan omega-3 banyak terjadi pada anak Indonesia. Di dalam tubuh, omega-3 (asam linolenat/ALA) diubah menjadi EPA dan DHA.

"Keduanya sangat penting dalam pembentukan otak janin," ujar Prof. Ahmad.

Adapun omega-6 (asam linoleat/LA) diubah menjadi ARA (arachidonat). Riset menemukan, bayi prematur dan mengalami pertumbuhan yang terhambat, lahir dengan defisit ARA dan DHA.

Selain itu, defisit DHA otak ditemukan memengaruhi penglihatan dan kerkembangan kognitif pada bayi prematur dan BBLR (berat bayi lahir rendah).
Prof. Ahmad menjelaskan, bahan kering otak terdiri atas 50-60 persen lemak.

"DHA merepresentasikan 33 persen dari asam lemak dalam fosfolipid spesifik dari brain gray matter," terangnya.

DHA dan ARA banyak terdapat pada membran sel otak dan mata. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA