Gejala Penurunan Festival Jazz

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 24 Juni 2019
share
(Foto: instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Festival musik Jazz pernah dalam masa kejayaan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya festival musik Jazz di Indonesia yang bertaraf internasional.

Kini, hal itu tidak lagi terjadi. Menurut Dion Momongan selaku pengamat musik Jazz, acara yang bergenre musik Jazz justru tidak lagi menjamur. Meski bermunculan acara Jazz baru, namun, festival musik Jazz yang cenderung sudah ada sejak lama, justru tak lagi bertahan lama.

"Ada yang baru, tetapi ada yang lama ternyata enggak bertahan. Jadi, setelah 3-4 tahun lantas berhenti penyelengggaraannya. Kalo festival Jazz-nya menampakkan gejala penurunan ataupun stuck," kata Dion Momongan kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu, (23/06/2019).

Masih menurutnya, kini banyak festival Jazz yang justru diisi dengan para penyanyi atau grup yang ber-genre musik Pop. Hal tersebut jauh dari aliran musik Jazz.

"Banyak festival Jazz itu hampir sama, terutama pada penyajian talents-nya (penyanyi atau grup band). Yang lebih nge-pop, justru enggak Jazz," tambahnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ternyata kendala untuk memajukan musik Jazz yang paling krusial adalah adanya pemahaman tentang musik Jazz tersebut.

"Memahami Jazz, beserta dengan sejarahnya dan terbukti sebagian besar festival Jazz di Indonesia itu, berangkatnya bukan untuk menghidangkan Jazz. Tapi lebih sebagai trend, ikut - ikutan saja," ungkapnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA