Ketahui Hepatitis A dan Pencegahannya

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Kamis 26 Desember 2019
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis A, upaya pencegahaan dan dampak yang diakibatkannya masih perlu ditingkatkan apalagi dengan meningkatnya kasus penyakit ini di Indonesia.

Pemerintah Kota Depok memberikan status penyebaran kasus virus Hepatitis A menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari hasil identifikasi 262 kasus di Depok.

Tidak hanya di Depok Hepatitis A juga telah menjangkiti masyarakat Pacitan, Jawa Timur, bahkan Bupati Jawa Timur telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 25 Juni 2019, dengan total kasus lebih dari 950 orang.

Surat Edaran Dirjen P2P kepada Kadinkes Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang ditanda tangani pada tanggal 9 Desember 2019, menyatakan telah terjadi peningkatan kasus Hepatitis A sejak bulan April 2019 hingga saat ini.

Kejadian peningkatan kasus ini dilaporkan di 8 propinsi yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota, dengan jumlah kasus sebanyak 2.447, yang tersebar di Sulawesi Utara 50 kasus, Jawa Timur 1.641 kasus, Sumatera Utara 25 kasus, Banten 63 kasus, Jawa Barat 468 kasus, Kalimantan Selatan 62 kasus, DKI Jakarta 30 kasus, dan Sumatera Selatan 108 kasus. Sejak 3 tahun terakhir, dilaporkan kejadian Hepatitis A di Indonesia terus meningkat. Tahun 2016 sebanyak 126 kasus, tahun 2017 sebanyak 218 kasus, dan 568 pada tahun 2018.

Sebagai upaya advokasi publik, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerja samaDinas Kesehatan Kota Depok, PP IDAI, PB PAPDI Pusat dan ILUNI UImenyelenggarakan kegiatanNational Media Briefing on Hepatitis Asebagai upaya advokasi publik untuk menurunkan prevalensiinfeksiHepatitis A di Indonesia.

Hepatitis A banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kualitas yang mendalam darihygienepribadi dan sanitasi lingkungan seperti,hygieneperorangan danhygienepenjamah makanan yang rendah, lingkungan yang kumuh, kebersihan

tempat-tempat umum (rumah makan, restoran) yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat.

Penyakit Hepatitis A banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan.

Penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A, dan merupakan penyakit endemis di beberapa negara berkembang. Penularannya dapat terjadi karena pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk, dan rendah.

Gejala yang ditimbulkan oleh seseorang yang terjangkit virus Hepatitis A bersifat akut, tidak memberikan ciri khas karena biasanya berupa demam, sakit kepala, mual dan muntah, bahkan dapat menyebabkan pembengkakan hati.

Menurut CDC, virus Hepatitis A justru lebih sering menyerangbalita, anak-anak, dan orang dewasa, terutama yang tinggal di area dengan tingkat sanitasi yang rendah.

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, dan pengobatan yang baik berarti melaksanakan pencegahan yang baik pula. Kedua ungkapan ini berlaku juga untuk Hepatitis A, dimana kegiatan pencegahan lebih efisien dan tanpa risiko yang membahayakan.

Pencegahannya melalui kebersihan lingkungan, terutama terhadap makanan dan minuman, melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan dengan vaksinasi.

Vaksinasi penting dilakukan untuk memberikan perlindungan diri dan mencegah penyebaran.

Vaksinasimerupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit yang efektif untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi, mulai dari anak, orang dewasa hingga orangtua.

"Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pengobatan yang baik artinya melaksanakan pencegahan yang baik jugasedini mungkin sama hal nya untuk Hepatitis A, dimana kegiatan pencegahan lebih efisien dan tanpa risiko yang membahayakan," papar Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, Rumah Sakit Universitas Indonesia, yang dalam hal ini juga mewakili PB PAPDI dan Humas dan Kelembagaan ILUNI UI, Jakarta, Kamis, (26/12/2019).

Selain mencegah masuknya virus Hepatitis A ke tubuh dengan memutus jalur penularan "fekal oral" dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi yang bisa kapan saja menyerang tubuh, vaksinasi penting dilakukan untuk memberikan perlindungan diri dan mencegah penyebaran. Vaksinasi Hepatitis A akan memberikan kekebalan spesifik terhadap virus Hepatitis A.

"Vaksin Hepatitis A dua dosis dengan jarak 6-12 bulan dapat memberikan perlindungan jangka panjang." Ujar Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, Rumah Sakit Universitas Indonesia, yang dalam hal ini juga mewakili PB PAPDI dan Humas dan Kelembagaan ILUNI UI.

Tidak seorang pun perlu berisiko terkena Hepatitis A, karena sudah ada pencegahan yang efektif melalui vaksinasi, sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami hal ini.

Kesimpulan tersebut didukung oleh data Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018, yang menunjukkan prevelansi atas diagnosis terhadap beberapa penyakit kritis di Indonesia terus meningkat.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA