Terapi Akupunktur jadi Solusi Atasi Infertilitas

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Kamis 16 Januari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penanganan infertilitas yang tepat harus selalu dilakukan sesuai dengan penyebabnya.

Berkembangnya teknologi kedokteran saat ini diharapkan dapat memberikan hasil dengan angka keberhasilan tinggi dengan risiko minimal, mulai dari induksi ovulasi, inseminasi intra-uterin (IIU), dan program bayi tabung (IVF), tergantung indikasi dari masalah infertilitas yang dialami.

Menurut dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak Dokter Spesialis Akupuntur Klinik RS Pondok Indah Pondok Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Pasangan yang merasa memiliki gangguan infertilitas sebaiknya berdiskusi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan sebelum menentukan terapi penanganan gangguan kesuburan yang tepat.

"Akupunktur medik yang dikombinasikan dengan pengobatan kedokteran modern dapat memberikan hasil yang lebih optimal untuk menunjang penanganan gangguan kesuburan," ujar Handaya, Jakarta, Kamis, (16/02/2020).

Menurut penelitian, teknik akupunktur dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menjalani terapi akupunktur. Teknik ini dilakukan dengan cara merangsang titik tertentu di permukaan tubuh, baik menggunakan jarum saja, elektroakupunktur (dengan bantuan listrik), laserpunktur (dengan sinar laser), maupun penyuntikan dengan cairan yang dikenal dengan akuapunktur.

Mekanisme akupunktur medik dalam mengatasi gangguan kesuburan dilakukan dengan cara:

1. Memperbaiki hormon reproduksi
2. Memperbaiki sirkulasi aliran darah ke rahim
3. Mengurangi vasokonstriksi pembuluh darah
4. Mempertebal dinding endometrium
5. Membuat pikiran lebih tenang
6. eningkatkan sistem imunitas, dan homeostasis tubuh.

Terapi akupunktur untuk menunjang penanganan gangguan kesuburan biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu, setiap sesi membutuhkan waktu rata-rata 30 menit.

Satu seri terapi terdiri dari 12 kali terapi. Untuk mendapatkan hasil yang optimal pada program bayi tabung, akupunktur medik dapat dilakukan sehari sebelum dan setelah transfer embrio dilakukan.

"Selama menjalani terapi atau program penanganan infertilitas, pasien disarankan memperbaiki pola hidup dengan tidak merokok, makan makanan yang bergizi dan menghindari makanan yang mengandung pengawet, menurunkan berat badan, mencegah stres, istirahat dan tidur cukup, serta berolahraga teratur seperti bersepeda dan lari ringan sekitar 30 menit sehari," tambahnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA