Menyentuh, Ini Puisi Dul untuk Bunda Maia Estianty

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 29 Januari 2020
share
(Foto: instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Dul Jaelani, putra bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani membuat puisi indah sebagai kado ulang tahun untuk Maia Estianty yang berulang tahun pada 27 Januari lalu.

Puisi itu diberi judul "Selamat Ulang Tahun, Bunda" yang diunggah di akun Instagramnya. Bersamaan dengan rangkaian kata-kata puitis yang ditulisnya, Dul juga menyertakan unggahan foto bersama Maia.

"Bunda, atau Ibu, adalah kata terindah yang pernah terucapkan oleh bibir manusia. Sembilan bulan engkau mengandungku dalam rahimmu, Bundaku. Sehingga aku melihatmu dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pasti menyakitkan Bunda mengandungku selama itu dengan penuh kesabaran dan sampai sekarang ku tulis puisi ini, Bunda masih mendidikku dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. atau mungkin terkadang aku melakukan hal yang tak sengaja menyakitkan hati Bunda," tulis Dul di Instagram pribadinya, Rabu (29/01/2020).

"Jutaan dosa yang mungkin telah aku lakukan kepada Bunda, namun malahan triliyunan ampunan dan kasih sayang yang engkau berikan padaku Bundaku tercinta. Bunda adalah sumber cintaku, mengajariku tentang belas kasih sayang, simpati empati dan pengampunan. Dari situ aku belajar Bunda, bahwa mencintai memang baik, namun memberi cinta lebih baik. Seperti yang Bunda lakukan untukku," sambungnya.

Dalam puisinya, Dul juga mengungkapkan bagaimana Maia mengajarinya banyak hal dan menyayanginya meski kerap berbuat salah. Dul juga menyebut bahwa Maia memberinya cinta yang agung.

"Bunda... Bunda lah yang mengajariku agar bagaimana hidup dengan baik dan sholeh, Bunda lah yang menyadarkanku bahwa cinta yang agung ialah cinta seorang Ibu kepada anaknya. Ialah cinta yang hakiki, tulus dan kekal. Bahkan Bunda tetap terus berusaha memberiku makanan setelah Bunda memarahi aku karena dosa-dosaku," tulis Dul.

"Bunda... Bundalah yang memberiku sayap-sayap cinta untuk terbang lebih tinggi lagi untuk menghadapi dunia, walau terkadang ketika Bunda jauh, sayapku mulai melayu dalam kegelapan namun dengan mengingat kekuatan cinta Bunda untukku, dan mengingat senyumanan tulusmu, aku menjadi semangat lagi agar aku menjadi anak yang membanggakan, walau aku belum atau bahkan bukan anak yang membanggakan," lanjutnya.

Tak lupa dalam puisinya Dul juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang diperbuatnya selama ini.

"Bunda, andaikata tak ada lagi esok aku bisa melihatmu, aku ingin meminta maaf sebanyak-banyaknya atas kesalahanku yang begitu banyak kepada Bunda bahkan mungkin membuat Bunda bersedih. Maaf aku belum jadi anak yang membanggakan seperti yang Bunda inginkan. Namun aku selalu berusaha Bunda. Karena cinta Bunda untukku adalah sumber cintaku. Penuh cinta dan keIkhlasan. Maafkan aku atas perbuatanku yang mungkin mengakibatkan air mata Bunda terjatuh," katanya.

Di akhir puisi, Dul Jaelani menyebut banyak sekali hal yang ia pelajari dari sang ibunda, mulai persoalan cinta hingga menerima segala kekurangan seseorang. Ia pun berharap agar bundanya itu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

"Jutaan maaf dariku, Bunda karena memang begitu banyak dosaku terhadap Bunda. Dan Bunda adalah sehelai jiwa suci yang ku harap selalu merestui dan memberkatiku. Karena apa artinya hidupku tanpa Ridho dari Bunda? Sekali lagi Bunda.. Maafkan dosaku yang begitu banyak kepada Bunda dan dari Bunda aku belajar banyak hal. Mulai dari mencintai dengan tulus sampai mencintai dengan penuh kesabaran dan keIkhlasan," tulisnya.

"Dari Bunda aku belajar bahwa cinta tak melulu soal keindahan, Namun juga bagaimana untuk belajar mencintai segala kekurangan. Karena aku merasakan Bunda juga mencintai segala kekurangan dan kecacatanku. Aku cinta Bunda dan aku harap Bunda cinta aku. Selamat ulang tahun ya Bunda. Aku harap Bunda selalu bahagia selamanya bersama orang-orang yang Bunda cintai. Dan semoga Bunda selalu diRahmati dan dicintai Allah SWT. dan sekali lagi maaf atas segala perbuatan burukku. Love, anak bungsu Bunda. Ahmad Abdul Qodir Jaelani. 27 Januari 03.38 AM WIB," demikian Dul menutup rangkaian puisinya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA