Siapkan Mental Sebelum Adopsi Anak

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 05 Februari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Namun, tidak semua pasangan suami istri memiliki anak.

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk memiliki anak. Ini bisa mulai dari program bayi tabung, hingga mengadopsi anak.

Ada banyak alasan pasangan memilih untuk mengadopsi anak. Di Indonesia sendiri, beberapa alasan yang kerap ditemukan adalah karena pasangan tidak kunjung dikaruniai anak, ingin menambah anak kedua, sebagai pancingan supaya bisa cepat hamil, serta tidak tega melihat anak dari keluarga jauh atau tetangganya terlantar.

Menurut psikolog Sali Rahadi Asih, M.Psi, MGPCC, Ph.D., pasangan suami istri memang harus memiliki niat yang kuat sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak.

"Persiapan psikologis amat penting. Persiapan ini adalah bagaimana pasangan suami istri sudah siap menjadi orang tua. Intinya, suami dan istri harus sepakat apa alasan mereka untuk mengadopsi anak," ujar dosen bidang studi Psikologi Klinis, FPsi UI, seperti yang dikutip dari siaran pers dari GueSehat, Jakarta, Rabu, (05/02/2020).

Jika hanya salah seorang yang ingin mengadopsi anak padahal pasangannya tidak terlalu menginginkannya, sebaiknya pikirkan kembali keinginan untuk mengadopsi anak. Pasalnya bila tetap dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan konflik di kemudian hari.

"Jika sudah mantap, maka pasangan perlu memberi tahu kepada keluarga besar terkait keputusan ini. Sangat mungkin keluarga besar akan bertanya, tetapi tujuan mereka sebenarnya butuh diyakinkan apakah pasangan tersebut tahu apa yang dilakukan dan bisa mempertanggungjawabkan alasannya," tambahnya.

Namun jika pasangan memiliki niat yang mantap, kemungkinan besar keluarga akan setuju.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA