Yuk, Kembali ke Dapur

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 10 Februari 2020
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tersedianya jasa pesan antar makanan sangat memudahkan masyarakat mencari menu favoritnya. Namun, apakah pernah terlintas di benak Anda keinginan untuk membuat makanan sendiri?

Ada baiknya, masyarakat kembali kepada hakikat memanfaatkan dapur untuk nemasak. Fenomena meningkatnya tren perilaku konsumsi masyarakat serta pembelian makanan yang serba online memang sangat masiv. Konsumen dimudahkan dengan layanan pesan-antar makanan melalui aplikasi transportasi online yang kian digemari.

Karena itu, PT Bungasari Flour Mills Indonesia meluncurkan kampanye #BACK2KITCHEN. Ajakan kembali ke dapur ini merupakan salah satu inovasi kampanye pemasaran Bungasari di industri pangan, pada awal dekade baru.

"Masyarakat, khususnya kaum milenial, semakin dimanjakan dengan pemesanan makanan serba online, yang mengancam budaya masak di dapur rumah. Kampanye #BACK2KITCHEN adalah ajakan untuk kembali ke dapur, menggiatkan diri dalam berkreasi membuat beragam olahan pangan," jelas Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills Rio Ferdian, Rapat Kerja Nasional Indonesian Chef Association (Rakernas ICA) 2020, di Prime Plaza Hotel, Yogyakarta, pada 7-9 Februari 2020, seperti yang dikutip dari siaran pers, Senin, (10/02/2020).

"Tren pemesanan makanan online ini justru disikapi oleh Bungasari, bahwa ada peluang untuk membangun usaha dari dapur rumah. Karena saat ini untuk berbisnis makanan tidak mutlak diperlukan toko yang bagus atau lokasi yang strategis, tapi cukup dari dapur rumah. Dengan bermodalkan olahan pangan yang inovatif, bisnis makanan pun sudah bisa dilakukan," tambah Rio.

"Bagi Bungasari, penting untuk hadir dan mendukung Rakernas ICA 2020 ini, dengan harapan para chef profesional ini sebagai ujung tombak praktisi kuliner nusantara, dapat menularkan ilmunya kepada khalayak, terutama kaum milenial, untuk memajukan industri olahan pangan Indonesia ke level yang lebih tinggi. Semangat untuk mengolah pangan di dapur, kami harapkan dapat tersalurkan melalui beragam aktifitas pendidikan yang akan dilakukan oleh ICA kedepan," kata Rio.

Nurwahyuni, perwakilan dari Rakernas ICA 2020, mengapresiasi kehadiran Bungasari yang selalu berupaya untuk berbagi ilmu seputar olahan pangan melalui berbagai kesempatan. Jargon #BACK2KITCHEN, menurut wanita yang akrab disapa Yuyun ini, sejalan dengan Divisi Pendidikan, salah satu divisi yang berada di dalam organisasi ICA.

"Dalam hal berbagi ilmu, ICA melalui Divisi Pendidikan dan Bungasari punya kesamaan visi dan misi. Upaya untuk memajukan industri kuliner di Indonesia telah dilakukan oleh ICA melalui berbagai pelatihan kepada para pelaku kuliner, penggiat pariwisata, pelaku UKM, hingga ibu-ibu rumah tangga yang ingin memiliki usaha rumahan di bidang kuliner," jelas Yuyun

Melalui Rakernas ICA 2020, Bungasari juga memperkenalkan beragam produk Premix terbarunya, Hana dan Golden Eagle, yang disasarkan bagi kalangan hotel, restaurant, dan catering atau HORECA.

Kemasan 10kg produk Premix ini berisikan tepung formulasi khusus untuk menghasilkan olahan bakery, seperti Chiffon Cake, Swiss Roll Cake, Sponge Cake, Muffin, Donut, Multi-Grain Bread dan masih banyak lagi.

"Tepung Premix ini diproduksi di fasilitas bungasari yang terintegrasi dan canggih, sehingga produk Premix yang dihasilkan lebih fresh daripada produk pesaing lainnya di pasaran," papar Rio.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA