Promag Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Lambung

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 17 Februari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak digemari masyarkat saat ini.

Tidak jarang, masyarakat bisa mengkonsumsi tiga kali sehari untuk minum kopi. Fenomena tersebut ternyata tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan. Terutama tentang kesehatan lambung.

Konsumsi kopi memang berpengaruh pada kesehatan lambung. Tidak jarang, orang yang sudah memiliki gangguan pada lambung akan berpengaruh ketika konsumsi kopi.

"Untuk yang memiliki penyakit maag, harus mulai membatasi makanan pedas, konsumsi kopi, dan merokok juga harus stop," kata Dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk, saat ditemui di acara #SobatPerih Promag di Fore Citywalk, Jakarta, baru - baru ini.

Masih menurutnya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, dibutuhkan edukasi yang maksimal. Terutama berkaitan dengan kesehatan lambung. Sakit lambung ternyata banyak dialami orang dengan tingkat aktivitas tinggi namun tidak sadar dengan asupan makanan yang harus dikonsumsi.

Karena itu, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui salah satu divisi Kalbe Consumer Health dengan produk Promag menyelenggarakan edukasi kesehatan berkolaborasi dengan Fore Coffee.

Edukasi Kesehatan mengangkat tema "Pengaruh Lifestyle terhadap Sakit Maag" dengan salah satu narasumber dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma Tbk.

Selain diskusi kesehatan, Promag juga meluncurkan online tools Maag Meter yang dapat membantu masyarakat untuk mendeteksi kesehatan lambung, kemungkinan resiko terkena maag dan penyebab resiko maag di setiap orang yang bisa diakses dengan mudah melalui website.

"Kalbe berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya memberi edukasi kesehatan lambung. Selama 49 tahun Promag dipercaya generasi ke generasi dalam membantu redakan sakit maag. Pronag juga terus berinovasi dalam memberi edukasi mengenai kesehatan lambung ini dan baru-baru ini kami meluncurkan online education tools Maag Meter," ujar Afriani Karina, Head of Marketing Digestive Category Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk, Jakarta.

Salah satu aktris Indonesia yang memiliki pengalaman sakit maag adalah Shareefa Daanish. Dia mengaku, pernah merasakan sakit di daerah lambung saat usia 9 tahun.

Sakit di lambung tersebut ternyata menimbulkan penyakit maag. Menyadari hal ini, Shareefa Daanish langsung berkunjung ke dokter untuk mengatasi dengan cara yang tepat.

"Seingat saya, saya mulai berasa sakit di bagian lambung terus ngeluh ke bunda dan dibawa ke dokter akhirnya di bilanglah kalau ternyata saya sudah kena maag di umur 9 tahun itu," papar Shareefa.

Merasa sakit di lambung saat masih kecill, Shareefa Daanish baru menyadari bahwa dirinya dahulu orang yang sulit makan.

"Dulu aku enggak suka makan sampai harus dipaksa - paksa makan. Makannya sekarang aku orang yang suka makan tapi aku dulu sangat tidak suka makan sampai harus dipaksa sama orang tua. Ya dampaknya saya kena maag ini," tambahnya.

Karena itu, dia berpesan kapada masyarakat untuk tidak boleh melupakan makan dan menggampangkan sakit maag. Mengatasi sakit maag bisa dengan mengkonsumsi obat dan yang terpenting adalah harus menjaga perut agar tidak selalu kosong dari makanan.

"Sebagai bagian dari kampanye terbarunya #SobatPerih, Promag menggandeng Fore Coffee, karena kami melihat kebiasaan ngopi telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama bagi anak-anak muda. Kebiasaan ngopi yang sedang trend belakangan ini juga menjadi salah satu penyebab seseorang rentan terkena maag," tambah Afriani.

Berbicara mengenai resiko maag, generasi paling rentan terkena maag adalah generasi muda yang produktif. Alasannya tentu karena lifestyle yang mereka jalani seperti stres yang didapat dari pekerjaan hingga masalah percintaan, lembur, merokok, makan tidak teratur, mengkonsumsi makanan yang pedas dan berminyak, juga rutin minum kopi. Hal-hal ini meningkatkan resiko mengalami perihnya sakit maag.

"Fore Coffee memperkenalkan varian kopi yang lebih ramah bagi lambung yang sensitif atau gampang perih yaitu Sobat Perih Coffee Latte," kata Shintia Xu, Head of Marketing & Business Fore Coffee.

Minuman ini terbuat dari kopi arabika, setengah shot espresso dan susu kedelai, dan lebih light untuk dikonsumsi.

"Dengan proses pemilihan biji kopi arabika yang kandungan kafeinnya lebih rendah, susu kedelai yang lebih mudah dicerna karena tidak mengandung laktosa hingga cara pembuatan berkualitas tinggi membuat Sobat Perih Coffee Latte dapat menjadi alternatif baru bagi konsumen," tambah Shintia.

Menu kopi Sobat Perih Coffee Latte direkomendasikan Fore sebagai kopi yang ramah untuk penderita maag.

Hasil survei yang dilakukan oleh Fore dan Promag pada Januari 2020 kepada konsumen, ditemukan bahwa 80 persen dari responden yang memiliki riwayat maag, mengalami penurunan gejala hingga tidak merasakan masalah lambung setelah minum Sobat Perih Coffee Latte dari Fore Coffee ini.

"Seseorang yang menderita maag harus tetap memperhatikan jenis kopi apa yang akan dikonsumsi. Perlu dipastikan kandungan kopi yang dikonsumsi tidak meningkatkan sensitivitas saluran cerna dan dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum minum kopi," ujar Dr Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA