Angka Kematian Ibu dan Bayi Harus Diturunkan

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 19 Februari 2020
share
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) juga menjadi tantangan yang besar dalam dunia kesehatan Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto menjelaskan perlu komitmen dan dukungan lintas kementerian atau lembaga dalam hal pemberdayaan perempuan dan wajib belajar 12 tahun.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan kolaborasi dan sinergi bersama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pencegahan pernikahan anak berkolaborasi denga Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peningkatan peran perempuan dalam sosial ekonomi berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dalam peningkatan kesehatan reproduksi remaja dan calon pengantin serta peningkatan peran tokoh masyarakat dan agama dilakukan bersama dengan Kementerian Agama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Peran Pemda untuk pelaksanaan koordinasi organisasi perangkat daerah masih merupakan tantangan yang perlu kita upayakan bersama agar mendapatkan hasil yang lebih optimal," kata Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan, Jakarta, Rabu, (19/02/2020).

Kemudahan akses layanan kesehatan pada JKN juga menjadi salah satu faktor penning.

Pemerintah menjamin akses pelayanan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu melalui pemberian bantuan iuran program JKN. Saat ini program JKN-KIS telah mengalami perkembangan yang signifikan dilihat dari kepesertaan dan kunjungan pelayanan/pemanfaatan sejak dilaksanakan pada tahun 2014.

Kepesertaan Program JKN saat ini telah mencapai 83% dari seluruh penduduk Indonesia atau sejumlah 224 juta jiwa. Jumlah masyarakat yang tercakup dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan pada tahun 2019 telah mencapai 96,5 juta jiwa PBI.

"Untuk kita ketahui bersama, Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) mempunyai arti bahwa seluruh masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan, kapan saja dan dimana saja mereka membutuhkannya tanpa kesulitan finansial," ucap Menkes Terawan.

Ini mencakup berbagai pelayanan kesehatan esensial termasuk pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif. Oleh karena itu upaya-upaya terus kita lakukan dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan.

Tidak hanya peningkatan akses pelayanan kesehatan tetapi juga diupayakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan salah satunya dengan melakukan akreditasi puskesmas.

Akreditasi puskesmas difokuskan kepada upaya promotif, preventif dan program prioritas. Harapannya dengan berfokus kepada upaya promotif-preventif dapat lebih efisien dalam pembiayaan kesehatan dan mempercepat capaian target pembangunan kesehatan.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA