Lindungi Anak dari Penyebaran Virus COVID 19

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Kamis 20 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dilansir Journal of the American Medical Association merujuk pada analisis pasien di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, menemukan setengah dari semua yang tertular COVID 19 berusia 40 hingga 59 tahun.

Hanya 10 persen di antara para pasien yang lebih muda dari 39 tahun. Namun bukan berarti corona tidak bisa menyerang anak-anak. Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), Konsultan Respi Anak di RSCM menjelaskan anak-anak justru menjadi objek yang rentan terserang virus.

Alasannya, sistem imunitas pada bayi dan anak masih belajar mengenali dan melindungi tubuh dari kuman yang masuk. Sedangkan pada anak remaja dan orang dewasa, sistem imunitas tubuhnya sudah langsung mengenali jenis kuman dan segera menyerangnya begitu kuman masuk ke dalam tubuh.

Prof. Bambang menyarankan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona. Beberapa langkah baik yang bisa mencegah anak terserang virus adalah melengkapi imunisasi anak, menerapkan pola hidup bersih, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan antibodi.

"Orang tua juga harus lebih cermat memantau kesehatan anak. Amati gejala-gajala penyakit yang mungkin terjadi pada anak agar bias cepat tertangani. Cek juga apakah anak mengalami lemah, letih, lesu, karena itu bisa jadi pertanda kualitas kesehatan anak sedang menurun. Bila ini terjadi, segera asup nutrisi baik pada anak agar pertahanan tubuhnya prima," ujar Prof. Bambang di acara SOHO, Jakarta, baru - baru ini.

Sistem imun memang menjadi pelindung vital bagi tubuh untuk dapat melawan penyakit. Menurut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, tubuh memiliki sistem imun atau sistem pertahanan, sebagai mekanisme alami untuk melawan ancaman darimasuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur.

Sistem imun adalah semua mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya baik yang berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh.

Bila daya tahan tubuh lemah, maka benda asing akan mudah masuk, sehingga menyebabkan terkena infeksi dan muncul beberapa gejala misalnya bersin, demam dan lainnya.

"Apalagi kondisi saat ini, dimana virus corona mudah menyebar dan belum ditemukan vaksin untuk virus corona. Pada kasus seperti ini, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah memperkuat antibodi," tambahnya.

Kekebalan tubuh bersifat dinamis, dapat naik turun. Imunitas dipengaruhi usia, nutrisi, vitamin, mineral, hormon, olahraga, dan emosi. Makin dewasa, antibodi seseorang akan semakin kuat.

Namun, antibodi juga bisa melemah seiring bertambahnya usia. Imunitas tubuh bisa dijaga dan diperbaiki dengan pola hidup sehat, artinya sehat asupan makanan bernutrisi dan olahraga.

"Selain itu, olahraga rutin, tidur cukup, minum-cukup air putih juga dianjurkan, sehingga bisa mendetoksifikasi racun. Kurang tidur dan stres bisa memicu turunnya imunitas tubuh yang otomatis menurunkan kualitas antibodi," tambahnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA