95 Persen Masyarakat Takut ke Dokter Gigi?

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Jumat 21 Februari 2020
share
(Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Ternyata, sekitar 95 persen masyarakat Indonesia enggan dan takut ke dokter gigi. Mengapa?

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap pergi ke Dokter gigi adalah sesuatu hal yang menyeramkan.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter gigi Indonesia (PDG) Dr.Dg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM di tahun 2019, bahwa lebih dari 95 persen masyarakat di Indonesia masih enggan untuk berkunjung ke Dokter gigi ketika mengalami masalah pada gigi mereka.

Stigma yang terbentuk ketika ke dokter gigi memang membuat masyarakat menjadi takut melakukan perawatan gigi.

Namun, seiring berjalannya waktu dan terus berubahnya gaya hidup, stigma tentang menyeramkannya datang ke dokter gigi kian berkurang.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya tren perawatan gigi sebagai penunjang estetika di kalangan anak muda.

"Perawatan gigi yang berfungsi sebagai penunjang estitka seperti veneer, bleaching, atau braces kini sangat digemari. Kaum milenial contohnya, mereka datang ke klinik untuk menggunakan servis tadi dengan harapan gigi mereka terlihat lebih bagus atau untuk memperbaiki senyumnya." Jelas drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros saat ditemui di Cobra Dental, Jakarta, baru - baru ini.

Menurut drg. Andy, hal ini bukanlah sesuatu yang buruk. Meskipun tujuan awalnya adalah untuk estetika, tetapi dari sini para dokter gigi memiliki celah untuk meningkatkan awareness tentang kesehatan gigi dan mulut ke pasien.

"Sehingga stigma datang ke klinik gigi itu menyeramkan bisa berkurang," tambahnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA