Karya Srihadi pada Pameran Tunggal

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 26 Februari 2020
share
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Karya Srihadi dalam lukisan apik akan dipamerkan dalam sebuah pameran tunggal.

Lukisan-lukisan bentang alam (landscape) karya maestro lukis Prof. Kanjeng Pangeran Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. akan dipamerkan dalam pameran tunggal Srihadi Soedarsono Man x Universe di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 11 Maret 9 April 2020.

Seluruhnya ada 44 lukisan yang dipamerkan, terdiri dari 38 lukisan baru, sisanya merupakan koleksi pribadi. Seluruh karya, kecuali sketsa Borobudur (1948), menggunakan media cat minyak pada kanvas.

Karya-karya tersebut antara lain Horizon The Golden Harvest (2018), Borobudur Drawing (1948), Borobudur The Energy of Nature (2017), Mt. Bromo The Mystical Earth (2017), Papua The Energy of Golden River (2017), The Mystical Borobudur (2019), dan Jakarta Megapolitan Patung Pembebasan Banjir (2020).

Sketsa Borobudur dibuat saat usia Srihadi baru 17 tahun, tapi sebelia itu sudah menunjukkan intuisi dan ketertarikan terhadap nilai-nilai alam, manusia, dan budaya. Dia menggambarkan candi Borobudur dengan pendekatan landscape melalui garis-garis ekspresif.

Sketsa ini sengaja ditampilkan bersama karya-karya mutakhirnya sebagai penanda bahwa sketsa Borobudur-lah cikal bakal Srihadi membuat lukisan-lukisan landscape di kemudian hari.

Srihadi Soedarsono Man x Universe menginterpretasikan keindahan landscape Indonesia sebagai semangat spiritual atas rasa kemerdekaan dan kebanggaan berbangsa. Sebab landscape dalam perspektif Srihadi adalah tema yang lebih dalam dari sekadar lukisan pemandangan yang menghipnotis orang lain untuk datang berkunjung.

Di balik estetika suatu karya ada pergumulan sosial, budaya, bahkan politik, dan inilah yang sedang dikedepankan dalam Srihadi Soedarsono Man x Universe.

"Universe itu catatan tentang ingatan-ingatan, layaknya seseorang yang mengingat memorinya sebelum menulis. Ini cara saya mencatat perjalanan dari kanak-kanak sampai sekarang usia 88 tahun. Bagaimana sawah yang dahulu begitu luas sekarang tidak ada lagi yang seluas itu," ujar Srihadi Soedarsono saat konferensi pers di JJ Royal Brasserie, Jakarta, (26/02/2020).

Kurator pameran ini, Dr. A. Rikrik Kusmara, M.Sn., mengelompokkan 44 karya Srihadi dalam empat rumpun besar, yakni:

1. Social Critics, memuat Papua Series, Bandung Series, dan Field of Salt.

2. Dynamic, memuat Jatiluwih Series dan Energy of Waves.

3. Human & Nature, memuat Mountain Series, Tanah Lot Series, dan Gunung Kawi Series.

4. Contemplation, memuat Horizon Series dan Borobudur Series.

A. Rikrik Kusmara mengatakan Pameran Srihadi Soedarsono Man x Universe adalah pendekatan baru Srihadi dalam mengekspresikan landscape, sebab menampilkan metafor dan simbol yang cukup kompleks.

Proses artistik tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 20162019, tahun-tahun Srihadi menghasilkan karya untuk pameran ini.

"Melalui pameran ini, pengetahuan masyarakat luas terhadap karya maestro Indonesia, khususnya Srihadi Soedarsono yang hingga saat ini masih aktif berkarya, akan bertambah," kata Selamet Susanto selaku perwakilan panitia penyelenggara pameran.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA