Pencegahan Virus COVID 19

Kontribusi APSKI untuk Tanggal Virus Corona

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Kamis 27 Februari 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) menyelenggarakan APSKI Member Meeting. Diharapkan anggota ASPKI selalu siap dalam merespon dinamika kondisi kesehatan di Indonesia.

Hal ini juga ditujukan untuk memperkuat posisi APSKI sebagai mitra pemerintah dalam menangani berbagai isu kesehatan yang berpotensi mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, seperti kejadian terbaru yaitu cepatnya penyebaran Coronavirus beberapa waktu lalu.

"Cepatnya penyebaran 2019 novel Coronavirus (Covid-19) yang dimulai pada akhir Desember 2019, membuat pihak terkait termasuk ilmuwan dan praktisi kesehatan dunia bekerja keras untuk menemukan pola pengobatan dan vaksin untuk mengatasi penyebaran coronavirus," kata Ketua APSKI, Patrick Kalona, Jakarta, baru - baru ini.

Staff Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan dr. Alexander K. Ginting menjelaskan, Coronavirus yang menurut laporan WHO per tanggal 24 Februari 2020 telah terjadi 78.811 kasus, 77.042 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong, Macau, dan Taipei).

Kasus konfirmasi yang dilaporkan di 28 negara di luar negara Cina, sebanyak 1.402 kasus dengan 17 kematian di 6 negara (Filipina, Jepang, Republik Korea, Perancis, Iran, dan Italia).

"Pemerintah Indonesia merespon kejadian Coronavirus dengan sangat cepat, bahkan sebelum negara-negara lain melakukan tindakan-tindakan preventif," kata dr. Alexander K. Ginting.

Masih menurutnya, upaya-upaya yang sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Desember 2019 itu mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak salah satunya WHO sebagai koordinator kesehatan umum internasional.

"Berbagai cara telah dilakukan pemerintah seperti memperketat screening di berbagai pintu masuk seperti di bandara dan pelabuhan internasional serta melakukan identifikasi dan mitigasi mengidentifikasi daerah yang berisiko menjadi pintu masuk virus mematikan itu, terutama karena memiliki akses langsung dari dan menuju Tiongkok," ujar Staff Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan dr. Alexander K. Ginting.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA