Risiko Munculnya Sakit Ginjal

Perlahan, Yuk Hidup Sehat Enyahkan Obesitas

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 09 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Obesitas dapat mempengaruhi ksehatan ginjal dalam tubuh. Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi obesitas yang Sudah menempel di tubuh kita?

Seperti kita ketahui bersama bahwa Penyakit Ginjal Kronik (PGK) atau orang biasanya menyebut penyakit gagal ginjal adalah penyakit yang diderita dalam waktu lama, bersifat menahun, progresif dan tidak bisa kembali ke kondisi semula atau seumur hidup penderitanya.

Menurut hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 berbasis nasional menunjukkan prevalensi penyakit ginjal kronis (PGK) sebesar 3,8 persen dengan kenaikan 1.8 persen dari tahun sebelumnya.

Penyakit ginjal memiliki resiko tinggi terserang penyakit jantung hingga kematian. Untuk itu perlu melakukan pemeriksaan laboratorium sebagai cara mencegah sejak dini karena penyakit ginjal tidak selalu bergejala.

Menurut Prof. Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD-KGH, KGer dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang paling sulit diastase adalah obesitas pada seseorang. Mengapa?

"Pling sulit obesitas, karena merubah perilaku makan kebiasaan hidup, itu memang sulit sekali, dan kita enggak ada suatu obat pun yang bisa mengatasi obesitas dengan baik. Karena obat itu hanya sementara, bisa turun tapi nanti naik lagi," papar Suhardjono saat ditemui di acara Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Kidney Care Club (IKCC) di RS Carolous, Jakarta, baru - baru ini.

Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah obesitas, yang paling penting adalah merubah perilaku menjadi gaya hidup sehat.

"Jadi yang paling bagus memang perubahan perilaku gaya hidup, cobalah makan makanan yang baik, olahraga teratur, kemudian juga tidur yang cukup dan lain-lain," tambahnya.

Deteksi dini juga menjadi hal penting pada seseorang yang mengalami obesitas. Hal ini untuk mengetahui kualitas organ - orange di dalam tubuh.

"Jadi semua obesitas harus mendeteksi kelainan-kelainan organ yang ada, ginjal, jantung itu yang sering," paparnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA