Edukasi Cegah Gagal Ginjal Sangat Penting

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Senin 09 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Kidney Care Club (IKCC) memperingati Hari Ginjal Sedunia.

Hal tersebut ditandai dengan menyelenggarakan edukasi kesehatan yang mengangkat tema Cegah Gagal Ginjal dan Nutrisi Tepat untuk Pasien Ginjal bekerjasama dengan RS St. Carolus Salemba.

Sekitar 350 ratus lebih pasien ginjal, diabetes, hipertensi dan pemerhati ginjal hadir dalam acara ini untuk mengikuti rangkaian kegiatan diantaranya edukasi kesehatan mengenai penyakit ginjal kronis (PGK) dan konsultasi kesehatan seperti tensi dan gula darah.

Narasumber dalam edukasi kesehatan penyakit ginjal akan dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD-KGH,KGer, dan dr. Bettia M.Bermawi,Sp.PK selaku Kepala Laboratorium RS St. Carolus.

"Kalbe akan terus mewujudkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat, dimana salah satunya terhadap pasien ginjal. Setiap tahun Kalbe melalui KECC dan IKCC secara rutin memperingati Hari Ginjal Sedunia di beberapa kota besar," ujar Agnes Wiraraharja, Head of Kalbe Ethical Customer Care (KECC), PT Kalbe Farma Tbk, Jakarta, baru - baru ini.

Pihaknya, terus memberi semangat agar para pasien ginjal tidak putus asa dan tetap produktif dalam menjalankan aktivitasnya.

"Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat tergerak memperbaiki gaya hidup sehari-hari agar terhidar dari penyakit ginjal, salah satunya melakukan pemeriksaan laboratorium sebagai deteksi dini penyakit ginjal kronik," tambah Agnes.

Setiap tahunnya, Hari Ginjal Sedunia diperingati pada hari Kamis kedua di bulan Maret. Pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret 2020.

Momen ini lebih dari sekedar peringatan karena merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengenalan penyakit ginjal dan nutrisi tepat untuk pasien ginjal.

Di Indonesia prevalensi penyakit ginjal kronis mencapai angka 3,8 permil. Angka tersebut meningkat dari 2,0 permil di tahun 2013 yang berarti ada 3.800 orang yang mengidap penyakit ginjal kronis dari satu juta orang (sumber: Riset Kesehatan Dasar 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI).

Prevalensi penyakit gagal ginjal di Indonesia sebesar 0,2 persen dan prevalensi tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,5 persen serta 60 persen penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani terapi dialisis.

Tahun 2016, penyakit ginjal kronis merupakan penyakit katastropik kedua terbesar setelah penyakit jantung yang menghabiskan biaya kesehatan sebesar 2,6 triliun rupiah (sumber: Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI).

Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut.

Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak.

Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin. Lebih dini penyakit ginjal ditemukan, dan mendapat penanganan sejak awal, maka peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA