Hari Kopi Nasional

Upnormal Bagikan 100 Cup Kopi

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 11 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Hari Kopi Nasional yang diperingati pada 11 Maret, menjadi momen menarik bagi Upnormal Wahid Hasyim.

Pada kesempatan ini, Kukuh Tyas manager Upnormal Wahid Hasyim, membagikan 100 cup kopi. Salah satunya adalah kopi yang menjadi andalan Upnormal yaitu Si Eko.

Si Eko ini merupakan minuman perpaduan antara rasa kopi Arabika Gayo Premium dicampur gula merah dan juga susu dingin.

"Ini even dunia, ikut berpartisipasi even kopi dunia itu. Upnormal mengambil 11 Maret. Upnormal mengenalkan kepada masyarakat menggunakan kopi lokal bukan kopi luar, karena kopi lokal asik juga punya rasa khas sendiri," papar Kukuh Tyas, Jakarta, Rabu, (11/03/2020).

Kukuh menambahkan, kopi Si Eko didapatkan langsung dari petani Jawa Barat.

"Kita pakai kopi gayo Aceh. Kita beli dari petani - petani di Jawa Barat. Ada pabrik di Bandung. Dengan melalui seleksi di sana, dikemas di sana dan di distribusikan ke Upnormal," tambahnya.

Hari Kopi Nasional harus menjadi ajang konsolidasi nasional menghadapi isu dunia, virus Corona.

Seperti yang diberitakan sebelumnya di INILAHCOM, hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di acara peringatan Hari Kopi Nasional yang dihelat di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Rabu (11/3/2020).

"Tantangan dunia termasuk Indonesia hari ini adalah virus Corona. Bagaimana virus ini mampu mengintervensi hampir seluruh sektor kehidupan. Men-delay berbagai aktivitas usaha dunia," kata Syahrul.

Hari Kopi Nasional juga serentak diperingati oleh beberapa propinsi sentra penghasil kopi, yaitu Sulawesi Selatan, Riau, Sumatera Slatan, Jawa barat dan Jawa Timur.

"Apa kabar disana? Semoga pagi ini, kita bersama-sama memulai, menjadikan kopi Indonesia sebagai kopi andalan dunia. Oleh karena itu kita harus persiapkan. Mulai dari lahan, bibit yang lebih ungul, riset-riset yang baik begitu juga budi dayanya, dan proses lainnya, sehingga kualitas kopi kita semakin terhebat di dunia," kata Syahrul menyapa melalui teleconference.

Sebagai salah satu komoditi perkebunan unggulan sumber devisa negara, pada tahun 2018 nilai ekspor kopi menurut Mentan Syahrul mencapai 815,9 juta dolar AS, dengan volume mencapai 279,9 ribu ton.

"Kopi Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan kopi-kopi dari negara produsen kopi lainnya, yakni cita rasa yang tinggi terutama untuk jenis kopi arabika dan telah diklaim sebagai kopi specialty, hal ini menjadi point plus yang baik bagi citra kopi Indonesia di pasar internasional yang perlu kita jaga dan promosikan yang lebih intensif," ujarnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA