Curhatan Dokter Senior

COVID-19 jadi Pengalaman Terberat

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Sabtu 21 Maret 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Penyebaran virus corona (COVID-19) semakin meluas. Tenaga medis, sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus ini. Hal ini menjadi sebuah tantangan yang tidak mudah.

Prof. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH mengungkapkan, pengalaman ini menjadi terberat selama 30 tahun menjadi dokter.

COVID-19 menjadi pandemi. Dekan FKUI Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD tersebut menganggap, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 sebagai pengalaman terberatnya sebagai dokter.

"Saya sudah 30 tahun menjadi dokter. Berbagai pengalaman hidup telah saya lalui dalam perjalanan panjang sebagai dokter. Tetapi pengalaman saya menjadi dokter saat pandemi global COVID-19 merupakan pengalaman hidup terberat saya sebagai dokter," kata Ari dikutip dari siaran pers yang diterima INILAHCOM, Jakarta, Sabtu, (21/03/2020).

Dia menjelaskan, infeksi COVID-19 ini menular secara cepat dari satu orang ke orang lain.

"Saya bukan tidak mengantisipasi hal ini berbagai tulisan saya buat dan berbagai acara simposium kita lakukan dan berbagai edukasi kita kerjakan untuk bencana yang ada di depan mata," paparnya.

Tidak hanya itu, berbagai penelitian sudah direncanakan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana upaya yang bisa dilakukan untel mengatasi pandemi COVID-19 tersebut.

"Tetapi memang kita harus menyadari sebagian dari kita mempunyai sense of crisis yang rendah di awal sehingga kita abai dalam mengantisipasi pandemi global ini," tambahnya.

Dia menjelaskan, saat ini di seluruh dunia menghadapi pandemi global. Kebutuhan yang diinginkan setiap orang pun sama.

"Semua akan mempunyai kebutuhan yang sama. Semua membutuhkan masker, semua membutuhkan alat pelindung diri, semua membutuhkan dokter dan perawat semua sedang mencari obat dan vaksin," paparnya.

Dia menjelaskan, dalam kondisi saat ini semua negara mempunyai permasalahan yang sama. Karena itu, kalaupun obat dan vaksin ditemukan pada satu negara, pemenuhan utama akan diprioritaskan untuk negara dan bangsanya sendiri.

"Menjadi motivasi buat kita semua bahwa kemandirian bangsa bukan hanya jargon yang diucapkan tapi harus dilakukan dan diwujudkan dikemudian hari," ujarnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA