Film Kemarin, jadi Kenangan Indah Seventeen

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Kamis 26 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tak bisa dipungkiri tragedi Tsunami Tanjung Lesung menjadi pukulan terberat bagi keluarga besar band Seventeen.

Namun kehidupan harus terus berlanjut, film 'Kemarin' akan menjadi kenangan indah dan pengungkap fakta perjuangan band asal Yogyakarta itu hingga dipisahkan oleh maut.

Setahun lebih setelah peristiwa yang terjadi pada 22 Desember 2018 akhirnya Seventeen bisa merampungkan produksi film semi dokumenter mereka bertajuk 'Kemarin'. Tragedi yang membawa pergi M. Awal Purbani (Bani - bassis), Herman Sikumbang (Herman - gitaris), Windu Andi Darmawan (Andi - drummer), serta Oki Wijaya (road manager), Ujang (kru) dan Dylan Sahara itu menjadi poros utama di film ini.

Dua minggu sebelum tragedi terjadi, Seventeen dan managemen melakukan internal meeting yang memutuskan 3 hal.

Salah satunya adalah pembuatan documenter perjalanan Seventeen. Managemen pun mulai merancang semua dokumen perjalanan selama hampir 20 tahun Seventeen. Hingga akhirnya rencana tersebut diurungkan karena tsunami yang menimpa mereka.

Satu bulan kemudian, 22 Januari 2019, secara ajaib tim management menemukan kamera milik almarhum Andi yang merekam detik-detik terakhir kebersamaan mereka sebelum manggung.

Bahkan momen saat tsunami datang menggulung panggung Seventeen di lagu kedua mereka pun terabadikan. Kamera Andi ditemukan dalam keadaan rusak namun memory card masih bisa diakses datanya.

"Setelah menemukan kamera Andi itu gue memutuskan untuk melanjutkan pembuatan documenter Seventeen. Ifan awalnya risih diikuti kamera kemana-mana karena salah satu cerita di sana adalah kejadian setelah tsunami dan Ifan satu-satunya personel inti yang bertahan hidup," ujar Dendi Reynando CEO Makarya Pictures, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (26/03/2020).

Upie Guava pun didaulat menjadi sutradara bersanding dengan Wisnu Surya Pratama sebagai penulis naskah yang sebelumnya mengerjakan proyek film documenter juga.

Footage video menjadi modal awal penulisan film ini, Stok footage yang dimiliki Seventeen berupa mini DV yang terkumpul dari tahun 2003. Total stok footage yang diolah sebanyak 50 jam lebih. Ditambah lagi mereka memproduksi ulang adegan tsunami dan menggunakan CGI.

"Di setiap episode perjalanan Seventeen, kebetulan gue ada di dalamnya, dari pertama kali datang ke Jakarta dengan formasi sebelum ifan, mengirim demo ke label, sampai pergantian vokalis. Terlibat di film ini merupakan kehormatan, setidaknya saya ikut terlibat untuk memberikan sesuatu untuk teman-teman Seventeen yang sudah tidak ada" Ujar Upie.

Mahakarya Pict. bekerjasama dengan Mahaka Radio Integra di film Kemarin. Adrian Syarkawi, CEO Mahaka Radio dan Mahaka Media mengungkapkan alasannya.

"Karena Seventeen salah satu band besar Indonesia yang sudah memberikan warna untuk industri musik Indonesia. Dan support untuk Ifan untuk terus berkarya" Ujarnya.

Setelah melalui semua proses produksi, saat preview terakhir Upie (sutradara), Ifan Seventeen, Dendi sebagai produser,dan team management tidak bisa menahan air mata yang jatuh.

Rencananya film Kemarin akan dirilis pada 23 April mendatang di Indonesia. Film ini juga akan didistribusikan dan tayang di Negeri Jiran, Malaysia.

Perilisan film 'Kemarin' juga akan menjadi penanda kembalinya Ifan Seventeen secara utuh ke dunia musik Indonesia. Setelah sebelumnya Ifan sempat menarik diri dari panggung dan rehat.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA