Pakar: Virus COVID-19 Sangat Pintar

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Selasa 31 Maret 2020
share
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Jumlah pasien positif Virus Corona (COVID-19) terus bertambah. Menurut keterangan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, sebanyak 1414 kasus positif.

Data tersebut dihimpun dari Minggu, (29/03/2020) pukul 12.00 WIB hingga Senin, (30/03/2020), pukul 12.00 WIB.

"Terdapat penambahan kasus positif sebanyak 129 orang total kasus positif menjadi 1414 kasus," kata Achmad Yurianto di kantor BNPB melalui siaran langsung BNPB di YouTube, Jakarta, Senin, (30/03/2020).

Masih menurutnya, terdapat penambahan kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang. Total pasien sembuh menjadi 75 orang.

"Kemudian untuk kasus kamatian terdapat peynambahan delapan orang, jadi total kematian sebanyak 112 orang," tambah pria yang akrab dissipa Yuri.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan untuk mempercepat deteksi dini pasien yang kemungkinan terpapar COVID-19 dan mendatangkan alat rapid test, memperkuat tracing kontak pasien, serta mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 9 ton yang siap didistribusikan untuk tenaga medis.

Pemerintah juga telah mentransformasi Wisma Atlet Kemayoran menjadi rumah sakit darurat COVID-19 dan juga sebagai rumah isolasi. Presiden Jokowi juga telah meminta masyarakat untuk serius menerapkan social distancing dan hal preventif lainnya seperti menjaga pola hidup bersih sehat, demi menekan penyebaran wabah Virus Corona.

Menurut dr. Erlina Burhan, M. Sc, SpP (K), Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan, orang yang terkena COVID-19 akan mengalami demam, batuk, dan pilek.

Bila infeksinya sudah sampai ke paru, orang bisa mengalami pneumonia (radang paru) hingga mengalami kesulitan napas atau sesak yang bisa berujung pada kematian.

Namun pada beberapa kasus, seorang yang mengidap Virus Corona tidak menunjukkan gejala apapun. dr. Erlina mengatakan bahwa Virus Corona sangat pintar.

Virus ini mungkin tidak membuat seseorang sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang baik, namun ia bisa bersembunyi di tubuh seseorang.

Kemudian, virus pun akan ditransfer kembali kepada orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah.(tka)


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA