Simak Kisah Zaky Aulia, Gadis Pejuang Pendidikan

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Selasa 31 Maret 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Zaky Aulia yang mengikuti jejak Kartini dalam memperjuangkan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi kaum-kaum yang tidak merdeka.

Gadis yang baru berusia 20 tahun ini bahkan sampai masuk ke lembaga pemasyarakatan (lapas) demi memperjuangkan pendidikan bagi orang-orang yang sedang menjalani hukuman karena tindak pidana.

Untuknya, setiap orang berhak dan membutuhkan edukasi, terutama untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan.

Gadis yang akrab dipanggil Zaky ini sedang menempuh pendidikan tingkat tinggi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, dengan konsentrasi Pendidikan Non Formal.

Gadis yang awalnya tidak tertarik untuk berkecimpung di dunia pendidikan ini sekarang memutuskan untuk menekuni profesi sebagai pengajar dan aktif di dunia pendidikan, bahkan sampai ke balik jeruji besi.

Zaky menyadari bahwa masih banyak orang-orang yang belum mendapatkan edukasi yang semestinya, terutama di kalangan yang kurang mampu.

"Awalnya nggak mau sama sekali ngajar, nggak ada niatan sama sekali ngajar dan nggak mau juga terjun ke dunia ngajar. Tapi, karena aku pikir orang-orang butuh edukasi, apalagi untuk orang-orang yang kurang mampu, orang-orang yang sekiranya belum mendapatkan edukasi, belum dapat pendidikan, dan aku punya itu, ya apa salahnya untuk berbagi," kata Zaky seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (31/03/2020).

Berawal dari magang di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kota Tangerang, Zaky yang yang awalnya ditugaskan mengurus yayasan tersebut lalu diberikan kepercayaan untuk mengajar para narapidana laki-laki dengan kisaran umur 19-50 tahun di Lapas Pemuda Kota Tangerang.

Zaky dipercaya untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada murid-muridnya tersebut tiga kali dalam seminggu. Kegiatan mengajar ini ia lakukan secara sukarela, alias tanpa mendapatkan pendapatan sepeserpun. Kesempatan ini juga ia gunakan untuk mengedukasi orang-orang di luar sana tentang kehidupan di lapas seperti apa.

"Kesan aku selama mengajar di sana jujur senang, karena aku bisa punya kesempatan untuk merasakan deg degannya ngajar di lapas, dan lihat situasi lapas sebenarnya jadi aku juga bisa edukasi orang kalau di dalam lapas tuh mereka gimana dan tidak seperti apa yang orang luar pikirkan," tambahnya.

Selain menjadi pengajar untuk pendidikan lanjutan non formal, Zaky juga pernah mengikuti kegiatan sukarelawan, salah satunya menjadi relawan di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Bandung. Di acara ini Ia ditugaskan untuk mendampingi anak-anak penyandang disabilitas dalam kegiatan mewarnai.

Zaky juga gemar membuat konten video pendek di Likee, platform pembuatan video pendek terkemuka, untuk menghilangkan penat dan stress di tengah aktivitasnya yang padat.

Berawal dari ajakan temannya untuk bergabung ke Likee, Zaky sekarang berhasil menjadi salah satu influencer Likee dan telah memiliki 281.000 followers di akun Likeenya @Zakyaull.

Ia juga gemar membuat kreasi makeup yang unik dan berbeda dari gaya makeup pada umumnya, Zaky akhirnya membawa hobinya tersebut ke Likee dengan membuat konten video pendek, diselingi pula dengan konten dance dan dubbing.

Tak disangka konten-konten yang Zaky buat, terutama konten makeup, mendapat banyak respon positif dari para penggemarnya. Zaky merasa sangat beruntung dapat bergabung ke dalam Likee dan mendapatkan banyak teman baru, dukungan dari para penggemar, dan ilmu-ilmu yang didapatkan dari konten yang dibuat Likers (pengguna Likee) lainnya.

"Yang aku dapatkan (dari Likee) banyak sih, yang pasti lebih banyak dikenal, orang-orang jadi tahu aku. Terus aku juga jadi banyak teman dari Likee, dapat banyak ilmu juga karena orang-orang juga kan suka bikin konten-konten kayak masak, makeup, menambah ilmu juga kan, banyak deh yang aku dapatkan," ujarnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA