https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 April 2020 - 16:55 wib

Ini Caranya Sunat di Tengah Wabah COVID-19

INILAHCOM, Jakarta - Dalam kondisi wabah COVID-19 seperti ini, pemerintah telah mengimbau untuk tetap berada  di rumah sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona ini.

Pilihan untuk sunat di rumah adalah salah satu cara sunat yang dianggap lebih praktis, pasien tidak harus beranjak ke mana-mana, baik sebelum melakukan tindakan, maupun setelahnya.

Pasien dan keluarganya cukup mempersiapkan diri di rumah. Sementara itu, tim dari Rumah Sunat dr. Mahdian akan datang membawa segala persiapan yang diperlukan beserta dokter dan perawat yang berpengalaman dengan perlengkapan APD (alat pelindung diri) sesuai ketentuan medis sehingga pasien akan merasa tambah aman.

Rumah Sunat dr. Mahdian sebagai klinik khusus khitan, baik dokter maupun perawatnya tentunya

hanya menangani pasien khitan, berbeda dengan klinik kesehatan yang menangani pasien dengan berbagai keluhan penyakit, sehingga relatif lebih minim risiko. Jika ingin melakukan konsultasi dapat melalui telepon atau whatsapp, sehingga orangtua/keluarga tidak perlu melakukan kunjungan langsung ke klinik.

Metode sunat dibedakan menjadi tiga yaitu tradisional, konvensional, dan modern.

Tradisional seperti halnya yang diterapkan di pedesaan,  masih menggunakan alat pisau, golok atau bambu. Seementara metode konvensional, melarang pasien khitan untuk beraktivitas. 

Sedangkan metode sunat modern yang digunakan di Rumah Sunat dr Mahdian adalah dengan teknik MAHDIAN KLEM dijamin memiliki risiko yang minim dibandingkan dengan kedua metode sunat lainnya.

Melindungi dari infeksi silang dari berbagai penyakit karena merupakan sekali pakai.  Berbeda dengan metode lainnya yang dapat digunakan berulang kali.

Prosesnya yang lebih cepat, untuk sunat anak hanya membutuhkan waktu 5-10 menit, setelah sunat pasien bisa kembali beraktivitas seperti biasanya, proses penyembuhan yang cepat dan menjadi metode sunat yang diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain penggunaan metode sunat MAHDIAN KLEM, Rumah Sunat dr. Mahdian juga menggunakan teknologi sunat tanpa suntik.

Menurut The American Psychiatric Association, terdapat 10 persen orang di dunia yang memiliki fobia terhadap jarum suntik.

“Biasanya, orang yang memiliki fobia tersebut akan menghindari perawatan medis dengan menggunakan jarum suntik. Jika sudah begitu, maka dapat menghambat perawatan kesehatan,” kata dr. Mahdian, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (03/04/2020).

Inilah keunggulan sunat tanpa jarum suntik:

1. Tanpa Jarum : Tidak ada jarum dan benda tajam, maka pasien tidak perlu takut suntik lagi

2. Obat Cepat Diserap : Obat masuk ke kulit subkutan dan akan menyebar dan diserap secara merata, menghasilkan penyerapan yang lebih cepat

3. Mengurangi Kontaminasi : Disterilkan dengan irradiasi gamma dan sekali pakai, sehingga menghilangkan kemungkinan kontaminasi silang virus dan bakteri.

Dengan kombinasi teknologi modern ini, anak pun diharapkan tidak akan menjadi trauma setelah disunat. Bagi orangtua yang anaknya sudah memasuki usia untuk disunat, kini tidak lagi perlu khawatir. (tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tren Kasus Positif Menurun, Masyarakat jangan Lengah

Tren kasus terkonfirmasi positif belakangan menunjukkan angka penurunan. Meski begitu, Pemerintah
berita-headline

Inersia

Mengatasi Dampak Fisik dan Mental Akibat 'Long COVID-19'

Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) hari ini, Senin (13/09) kembali mengadakan acara G
berita-headline

Inersia

Penting Mana? Pakai Masker Atau Berkoar-Koar

Seperti yang kita ketahui pada saat ini, berbagai wilayah di Indon
berita-headline

Viral

Nyawa Tenaga Medis Terancam di Papua

Tenaga medis berduka di Papua. Hal tesebut sehubungan dengan kejadian pembakaran fasilitas keseha
berita-headline

Empati

Lawan Covid-19, Yuk Bantu Sesama

Meski pemerintah telah melonggarkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat