Probiotik Siklus Bisa Jadi Solusi Atasi Corona

IN
Oleh inilahcom
Minggu 05 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Fenomena wabah virus corona (Covid-19) menjadikan kekhawatiran bagi umat manusia. Berbagai cara ditempuh untuk memperkuat daya tahan tubuh agar tidak terpapar atau mencari obat kesembuhan dari virus mematikan.

Beragam obat dan vitamin pun laris terjual demi menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit terutama virus corona. Pengobatan tradisional juga tak kalah marak, jahe merah, kunyit, curcuma dan beragam rempah-rempah menjadi alternatif untuk menangkal virus ini.

Salah satu yang banyak diyakini saat ini adalah solusi yang ditawarkan Probiotik Siklus dengan cara pencegahan dan pengobatan secara mandiri. Kalau pun ada yang sudah dinyatakan positif virus corona oleh rumah sakit tempat dirawat, mereka berhasil sembuh dengan menggunakan varian produk Probiotik Siklus (PS) ini.

Ada beberapa testimoni dari beberapa orang yang tergabung dalam Grup Probiotik Siklus (GPS) yang sudah dinyatakan positif virus Corona maupun yang mengalami gejala serupa Corona. Probiotik selama ini dikenal sebagai antibiotic alami. Probiotik sudah diketahui membantu menekan bakteri buruk dan sebagai antivirus dalam tubuh. Probiotik juga sudah diteliti bisa menurunkan risiko infeksi pernapasan.

Seorang bidan yang berkerja di salah satu RS di Bogor menceritakan kasus yang dialaminya. "Testimoni dengan (PS) saya setelah berobat ke RS dinyatakan ODP Covid-19 besoknya demam dan tanda-tanda bermunculan langsung dibawa lagi ke RS dan dirawat sebagai PDP. Setelah di beri resep oleh Pa Bas tentunya."

"Alhamdulillah hanya 2 hari gejala-gejala covid lsg hilang, setelah saya dites hasilnya negatif covid dan pasien paling cepat di rawat d rsh. Dirawat tgl 20, tgl 23 sudah boleh pulang Alhamdulillah. Tgl 30 telah kontrol, dan dinyatakan bebas cobid-19 oleh r,h, Trims ps."

Itu sepenggal salah satu testimoninya. Menurut seorang formulator PS, virus corona itu basicnya seperti virus influenza. Habitatnya juga ada di kulit sekitar hidung manusia. Mereka bertugas membersihkan zat-zat patogen yang menempel di kulit sekitar hidung dan bibir atas.

Seperti dikutip dari Annabwah, sifat dasar virus/bakteri itu serupa dengan antibodi, manusia, hewan, tanaman, yaitu kalau mereka tersakiti, mereka akan memperkuat dirinya, dan menggandakan dirinya beratus-ratus kali lipat dibanding pada kondisi normal. Corona pun mereplikasi dirinya sebanyak mungkin. Hal itu dilakukan, karena itu tempat asing bagi mereka, dan membuat mereka ketakutan kemudian menggandakan dirinya sebanyak mungkin.Sementara tubuh manusia, secara mikroskopik terbangun oleh 2 unsur utama, yaitu bakteri dan sel. Para bakteri atau mikroba itu pada dasarnya tidak ada yang bersifat patogen atau mematikan jika bakteri tersebut hidup dalam komunitas.

Namun demikian, ketika ada 1 strain bakteri yang mendominasi pertumbuhan di dalam tubuh, maka strain bakteri ini akan menimbulkan penyakit bagi pemilik tubuh. Oleh karena itu, keseimbangan ekosistem mikrobioma menjadi kunci utama tubuh sehat. Sel tubuh membutuhkan rekan kerjanya dalam mengelola sistem tubuh, yaitu 1-10 strain bakteri / mikroba.Probiotik yang dalam satu ekosistem, yaitu: mikroba positif (fungsi positif), negatif (potensi patogen), komensal, aerob (hidup perlu oksigen), anaerob (bisa hidup tanpa oksigen), ketika berkembang biak/beregenerasi, hidup berdampingan dengan komposisi tertentu, akan membuat siklus keseimbangan sebagai tameng tubuh agar selalu dalam kondisi sehat. Inilah yang disebut sebagai Probiotik Siklus (PS).

Maksudnya adalah bakteri tersebut berada dalam sebuah sistematika kerja yang berantai dari tahapan kerja yang satu ke tahapan kerja yang berikutnya. Tahapannya selalu dalam urutan yang sama. Setiap tahapan akan menghasilkan zat yang akan diproses pada tahapan berikutnya. Hasil akhir dari rangkaian tahapan itu adalah Nutrien, salah satunya yaitu asam amino yang diperlukan oleh host (tubuh kita jadi host tempat mereka tinggal), sehingga dengan konsumsi PS tubuh akan diuntungkan .

Kalau bakteri yang tidak siklus, berarti bakteri tersebut tidak berada dalam rangkaian tahapan seperti di atas. Kemungkinannya adalah karena golongan bakterinya yang ada di komunitas bakteri itu tidak lengkap, bisa jadi hanya 1 atau 2 golongan saja. Dengan keterbatasan jenis golongan bakteri seperti itu, maka tidak akan terjadi sebuah siklus tahapan kerja berantai yang sempurna.

Formula Probiotik Siklus ini dalam bekerja, sifatnya tidak akan pernah merusak satu bagian sel tubuh untuk memperbaiki sel tubuh yang lain, sebagaimana terapi-terapi lainnya. Sebagai contoh, penggunaan antibiotik untuk mengembalikan kesehatan dilakukan dengan mematikan 1-3 strain dari 10 strain bakteri yang dibutuhkan sel dalam bekerja.

Konsep kerja formula Probiotik Siklus secara utama adalah mengoreksi inti sel RNA/DNA secara pasti, perlahan, dan sistematis tanpa menimbulkan kerusakan dan perubahan sistem metabolisme dalam tubuh manusia. Jadi cara kerja PS adalah menghancurkan dulu RNA dari organ yang rusak, setelah itu membangun lagi RNA organ tersebut dari awal. Namun hal yang terpenting adalah ketika bekerja, formula Probiotik Siklus ini tidak akan membunuh satu strain bakteri pun dalam memperbaiki ekosistem mikrobioma.

Probiotik Siklus menjadi menjadi solusi bagi pengobatan virus corona atau sebagai pencegahan dengan memperkuat kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Jadi, kita sebenarnya tidak perlu repot-repot pesan obat impor. [Dari Berbagai Sumber]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA