Pentingnya Edukasi Online Pencegahan COVID-19

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Jumat 17 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia semakin tinggi.

Pasien positif yang terinfeksi COVID-19 mencapai 5.923 orang, sembuh 607 orang, meninggal 520 orang, pada Jumat, (17/04/2020). Angka ini diperkirakan terus bertambah.

WHO (World Health Organisation) mengeluarkan panduan bagi masyarakat untuk mengurangi paparan dan transmisi penyakit atau infeksi melalui personal dan respiratory hygiene yaitu kebersihan diri dan saluran pernafasan serta keamanan pangan.

Salah satu yang direkomendasikan digunakan dalam personal hygiene adalah penggunaan antiseptik.

Karena itu, Mundipharma Indonesia mendukung ADINKES untuk mengadakan edukasi secara online dalam dua topik terkait pencegahan dan penangangan COVID-19 dengan antiseptik bagi seluruh anggota ADINKES yaitu Dinas Kesehatan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan dari 34 Provinsi dan 514 Kab/Kota, di Indonesia. Program edukasi online terdiri dari dua program.

Program pertama mengangkat topik "Penggunaan Antiseptik secara Rasional saat Pandemi COVID-19 : Peran Povidone Iodine (PVP-I) dan Iota-Carrageenan" dengan narasumber ahli, Educator & Trainer Mundipharma, dr. Mery Sulastri.

Program kedua mengangkat topik "Hasil Klinis dalam menghadapi Covid-19: Penggunaan Antiseptik Secara Rasional Selama Wabah Virus Respirotorik" dengan narasumber ahli, Ketua Departemen Laboratorium Mikrobiologi FKUI, dr Anis Kurniawati, Sp.MK.

Ketua Umum ADINKES, dr. Krishnajaya, MS mengatakan, Asosiasi Dinas Kesehatan senantiasa mendukung pemerintah dalam pengembangan upaya kesehatan masyarakat, perorangan dan pemberdayaan masyarakat terutama pelayanan primer.

"Untuk itu, kapabilitas Dinas Kesehatan beserta Unit Pelaksana Teknis Daerah harus terus dikembangkan. Salah satunya melalui edukasi. Dan kali ini, melihat Indonesia sedang berjuang melawan COVID-19, maka edukasi fokus pada Penguatan Manajemen Response Pandemi COVID-19. Edukasi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Kesehatan RI dan mitra strategis, Mundipharma," kata dr. Krishnajaya, MS, Jakarta, Jumat, (17/04/2020).

Country Manager Mundipharma Healthcare Indonesia, Mada Shinta Dewi mengatakan, Mundipharma sebagai mitra strategis dari Kementerian Kesehatan RI, sebagai wujud implementasi Nota Kesepahaman dalam kerangka GERMAS yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak sejak 2017, menyambut baik upaya edukasi kepada masyarakat.

"Salah satu edukasi dalam nota kesepahaman tersebut adalah mengenai edukasi kesehatan saat wabah. Kali ini dalam wabah pandemi COVID-19, kami mendukung pemerintah Indonesia, khususnya garda terdepan di pelayanan primer melalui jejaring ADINKES untuk menghadapi COVID-19 dan cegah dan putus rantai pesebaran infeksi COVID-19," kata Mada Shinta Dewi.

Ketua Departemen Laboratorium Mikrobiologi FKUI, dr Anis Kurniawati, Sp.MK mengatakan, di saat data efektivitas terhadap SARS-CoV-2 masih terbatas, penggunaan antiseptik dengan aktivitas mikrobisidal yang berspektrum luas, seperti contohnya Povidone-Iodine dapat mendukung dalam mencegah penyebaran infeksi saat wabah COVID-19.

Educator & Trainer Mundipharma, dr. Mery Sulastri, mengatakan "The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) dan The US Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan organisme dan mengurangi jumlah mikroba lebih lanjut.

Salah satu antiseptik, Povidone-Iodine (PVP-I), terbukti secara klinis memiliki spektrum luas terhadap virus, bakteri, dan kuman pathogen termasuk SARS-COV dan MERS-COV

Dalam riset secara in vitro menunjukan indikasi bahwa PVP-I skin cleanser 7,5 persen dan PVP-I Gargle and Mouthwash 1% efektif melawan SARS COV, dan MERS CoV.

"Melihat penelitian secara in vitro yang telah terbukti dari PVP-I, saya yakin metode tersebut efektif untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran virus dari udara/tetesan yang mengandung virus dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi," katana.

Metode tersebut juga berpotensi dapat mengurangi viral load COVID-19 pada hidung, nasofaring dan orofaring dengan demikian dapat membantu mengurangi infektivitas individu yang terinfeksi di komunitas dan membantu memutus pandemi COVID-19.

Selain itu sebuah RS di UK juga telah menggunakan Povidone Iodine selama pandemi COVID-19 untuk melindungi petugas kesehatan dan mengurangi infeksi silang," ungkap Dr Mery. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA