Hadapi Pandemi COVID-19

Psikolog: Timbul Beragam Respon Masyarakat

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 29 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kurang lebih 24 jam bersama anak dan keluarga di rumah pada situasi pandemi COVID-19.

Lantas apa yang terjadi? Lebih akrab, lebih sering bertengkar, lebih khawatir sama keluarga yang lain karena enggak bertemu, atau apa lagi?

Orang yang ekstrovert butuh energi dari orang lain ternyata agak sulit melewati ini. Tidak hanya itu, orang yang memiliki sfat introvert, ternyata butuh waktu sendiri yang kurang. Siapa bilang enak menjadi introvert?

"Ternyata yang introvert juga butuh waktu sendiri, karena banyak waktu yang tersita untuk bekerja dan meeting virtual," kata Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd - Psikolog saat temu media lewat virtual yang diadakan oleh Frisian Flag Indonesia dengan tema Building Strong Family pas #DiRumahAja: Gizi Seimbang, Aktif dan Bahagia, Jakarta, Rabu, (29/04/2020).

Beragam respon yang muncul saat menjalani kebijakan pemerintah untuk bekerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah saat pandemi covid-19 melanda Indonesia.

"Response fisiologis: detak jantung lebih cepat, otot yang menegang, nafas menjadi lebih cepat, berkeringat dingin," tambahnya.

Dia menjelaskan, tidak jarang orang yang melakukan pekerjaan di rumah saja justru jadi sulit fokus.

"Di rumah Susah fokus, tambah emosi, marah kesel, dan lainya," ujarnya.

Kemudian, menimbulkan respon kognitif pemikiran mengenai bahaya atau ancaman, sulit berkonsentrasi, muncul pikiran otomatis yang cenderung mengganggu.

Selanjutnya, respon emosi, menjadi takut, marah, sedih, dan emosi.Persepsi terhadap keadaan harus diubah. Ini adalah saat yang tepat belalar untuk menjadi lebi kuat, kompak, menjadi manusia yang lebih baik.

"Ini adalah bukan salahnya kita. Kita lebih banyak melihat, oh ternyata kalau kita di rumah, kita bisa lihat masalah - masalah di rumah. Kita lebih menghargai semua orang. Misalnya, menghargai bagaimana mengajar anak, mengantar paket online, petugas di front liner. Ini adalah sesuatu yang harus dijalanin. Ini membuat kita lebih kuat lagi," paparnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA