Tetap Cantik dan Dapat Penghasilan Saat Pandemi

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Jumat 05 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi COVID-19 menerpa semua aspek kehidupan.

Selain aspek kesehatan, banyak juga orang yang kehilangan pekerjaan karena kegiatan bekerja dilakukan di rumah saja (WFH).

Pengangguran semakin banyak namun hidup harus terus berjalan. Lantas bagaimana menyikapi situasi ini?

Roy Saputra pengusaha muda berusia 35 tahun berbagi tips berdasarkan pengalamanya untuk membuka usaha. Biasanya, usaha kecantikan banyak diminati para Ibu. Namun, ada baiknya melihat beberapa poin Penting sebelum Anda memutuskan untuk memilih usaha yang tepat.

"Carilah usaha yang menggunakan modal kecil, bahkan tanpa adanya resiko modal. Kalau saat ini, bisnis online tentu saja jadi pilihan dan terpenting ada kendaraan yang tepat. Cobalah cari merek-merek terkenal yang membangun usahanya dengan bisnis jaringan," katanya, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (05/06/2020).

Modal jadi syarat utama dalam memulai usaha. Tapi, di tengah pandemi rasanya sulit mendapatkan pinjaman dari pihank bank atau institusi keuangan lainnya.

Lalu, bagaimana masyarakat kelas menengah bawah bisa memulai usaha ketika pinjaman sulit dan tabungan tidak ada?

"Jangan pilih bisnis dengan resiko tinggi. Kita harus melihat kemampuan kita sampai dimana, dari finansial, skill, relation dan tentu saja modal. Kita harus mengukur itu, jangan sampai karena modal untuk bisnis justru mengancurkan keuangan keluarga," terangnya.

Protokol kesehatan di masa pandemi yang mengharuskan banyak bisnis mengarah ke sistem online. Tapi, jangan salah pilih bisnis lewat sistem ini, salah-salah bisa kehilangan uang.

Untuk kelas menengah yang secara finansial tidak kuat, berikut cara yang tepat selain Anda bisa menemukan peluang dan ingin mengikuti jejaknya di nomor telepon ini, 087783280610.

1. Pilih usaha yang sudah memiliki merek terkenal.

Kenapa harus memilih seperti itu karena bagi orang yang ingin memulai usaha tidak perlu lagi membangun branding untuk usaha yang baru dia ikuti.

2. Produk berkualitas

Pengakuan atas produk rasanya tidak sulit didapatkan di zaman serba digital ini. Orang yang baru memulai bisnis mencari langsung jejak digital atau menanyakan kepada para pengguna yang sudah merasakan langsung sentuhan produknya.

3. Sudah memiliki penggemar

Jika produk dibutuhkan dan berkualitas, banyak orang yang tidak akan bisa lepas dari penggunaan produk dari perusahaan tersebut.

4. Kompensasi sepadan

Tentu saja, ketika beralih ke bisnis atau usaha baru, kompensasi dari bisnis ini tentu saja harus sepadan. Bisa menjadi alternatif bahkan nantinya jadi mata pencaharian utama.

"Jangan sampai usaha yang dikeluarkan di bisnis online sangat besar tapi marginnya kecil, incomenya kecil. Cari bisnis online yang mereknya teruji," ungkap Roy.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA