Tekan Sebaran Virus Gunakan Pembayaran Nontunai

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Selasa 23 Juni 2020
share
foto dari email

INILAHCOM, Jakarta - Pada masa pandemi COVID-19, pesebaran virus semakin tinggi karena proses pembayaran menggunakan uang tunai.

Karena itu, untuk mencegah penyebaran virus semakin besar, embarran menggunakan non tunas lebih disarankan. Hal ini selain lebih lebih praktis, juga memudahkan masyarakat untuk transaksi dan meminimalisir menyebaran virus lewat uang yang berpindah - pindah.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, situasi saat ini telah mempercepat agenda nontunai, sebagaimana terlihat dari derasnya minat bertransaksi dengan pembayaran online dan mobile.

"Studi Visa Consumer Payment Attitude terbaru memperlihatkan dua dari tiga masyarakat Indonesia telah mencoba bepergian tanpa uang tunai sama sekali selama beberapa hari, terutama konsumen Gen Y (71 persen) dan affluent (77 persen)," kata Riko Abdurrahman, Jakarta, Selasa, (23/06/2020).

Masih menurutnya, minat ke depannya juga tinggi, di mana hampir tiga dari empat konsumen memprediksi penggunaan pembayaran nontunai mereka akan meningkat di tahun depan.

"Sejalan dengan tren nontunai tersebut, sangat penting bagi pemegang kartu untuk segera mengaktifkan PIN kartu sebelum tanggal 1 Juli untuk memastikan pembayaran lancar saat melakukan transaksi tatap muka. Ini tidak berlaku bagi transaksi contactless dengan nilai transaksi di bawah satu juta rupiah," tambahnya.

Hasil survei lainnya menunjukkan, dalam tiga bulan terakhir, penggunaan pembayaran nontunai di antara para pemegang kartu kredit lebih tinggi dari penggunaan uang tunai.

Menurut survei, selama tiga bulan terakhir, pemegang kartu kredit di Indonesia lebih sering menggunakan pembayaran digital (75 persen), diikuti oleh kartu debit atau kredit (62 persen), transfer bank (51 persen), dan uang tunai (49 persen).(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA