Cicip Keunikan Cita Rasa Keju Lokal Khas Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 04 Juli 2020
share
(foto: istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Keju menjadi salah satu makanan yang dikenal di seluruh dunia. Namun keju produksi Indonesia juga mempunyai cita rasa yang tak kalah unik. Salah satunya, rodusen keju lokal asal Banyuwangi, Moon River Dairy.

Kehadiran Moon River Dairy membuktikan bahwa produksi keju saat ini sudah tak dimonopoli negara-negara Eropa. Menggunakan bahan baku hasil bumi lokal dan mesin produksi buatan Indonesia, keju Moon River Dairy punya stardar kualitas yang tinggi. Saat ini, Moon River Dairy telah memproduksi dua jenis keju yaitu Anagata Cheese, keju bergaya Alpine buatan lokal pertama di Indonesia, danAmaya Cheese, keju bergaya Cantal yang serupa keju Cheddar.

"Di Moon River Dairy, kami selalu berusaha untuk memproduksi keju-keju khas Indonesia. Kami hanya menggunakan bahan baku lokal yang kami tanam sendiri, seperti rempah rempah lokal yang dapat mewakili dan menunjukkan citarasa Indonesia. Sehingga tidak di miliki oleh keju impor dari cipta rasa nya," kata Fiona Farody & Nindia Ogura sebagai Founder dalam siaran persnya.

Kini, produsen keju lokal itu bercita-cita untuk mengembalikan ritme pola makan yang mencerminkan keberagaman bahan pangan dan tradisi memasak khas suatu wilayah yang kini kian jarang ditemui.

Mengusung konsep farmstead cheese, Moon River Dairy berupaya untuk menciptakan ikatan yang tak terputus dari produsen makanan hingga konsumen.
Moon River Dairy menggunakan bahan-bahan lokal berkualitas tinggi yang diambil sekaligus diolah di kompleks Margo Utomo Resort, Kalibaru, Banyuwangi.

Susu yang menjadi bahan utama produksi keju diperah setiap pagi dari peternakan yang hanya berjarak beberapa langkah dari pabrik keju, menjaga bahan baku tersebut tetap segar. Perkebunan tropis di Margo Utomo menghasilkan rempah-rempah khas Indonesia, yang ikut mewarnai cita rasa keju produksi Moon River Dairy.

Dalam upaya mengurangi limbah produksi, Moon River Dairy juga menerapkan pendekatan cradle to cradle, di mana semua aspek dalam tahap-tahap produksi dapat didaur ulang tanpa meninggalkan sampah yang tak dapat diurai.

Rumput dan jagung ditanam di area peternakan sebagai pakan sapi. Sementara itu, kotoran sapi dan limbah produksi keju ditampung dan diolah menjadi biogas yang digunakan untuk kebutuhan energi di eco resort dan pabrik keju. Sisa-sisa limbah ini didaur ulang menjadi pupuk bioslurry yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah tempat rumput dan jagung pakan sapi tumbuh.

Siklus yang terus berlanjut ini diupayakan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem hingga di masa depan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA