Pekan ASI Sedunia

Manfaat ASI untuk Tumbuh Kembang Anak

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Jumat 07 Agustus 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Pekan ASI Sedunia selalu dirayakan setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus. Tema untuk tahun ini adalah Support Breastfeeding for Healthier Planet.

Di tahun 2020 ini, WHO, UNICEF dan WABA (World Alliance for Breastfeeding Action) mengaitkannya dengan isu kesehatan lingkungan. Terlebih lagi, tahun 2020 ini dunia diguncang dengan pandemi COVID-19 yang membuat kita semakin sadar bahwa kesehatan lingkungan sangat berpengaruh besar bagi kehidupan kita.

Salah satu tujuan penyelenggaraan pekan ASI sedunia adalah untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya peran ASI untuk tumbuh kembang bayi.

Menurut data yang terdapat pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ASI merupakan sumber nutrisi dan energi yang penting bagi bayi pada usia 6-24 bulan.

ASI memenuhi lebih dari setengah kebutuhan energi pada anak usia 6-12 bulan dan sepertiga dari kebutuhan energi pada anak usia 12-24 bulan.

Manfaat dari ASI, diantaranya adalah meningkatkan daya tahan tubuh bayi, dapat mencegah obesitas pada si kecil, menciptakan bonding pada ibu dan anak, semakin kuat tulang si kecil dan berperan dalam mencegah adanya malnutrisi.

ASI juga dapat berperan dalam proses penyembuhan ketika anak terserang penyakit.

"Sesuai dengan tema Pekan ASI Sedunia, untuk menyehatkan bumi setiap bayi lahir perlu diberi ASI, terutama bayi yang sakit di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Siloam Hospitals Kebon Jeruk berusaha mendukung ibu menyusui dengan berbagai cara, seperti Klinik Laktasi, konseling untuk mendukung ibu menyusui di NICU, Family Centered Care (FCC), memberikan pelatihan dan lainnya agar memberikan edukasi ibu untuk menyusui," ujar Dr. dr. Naomi Esthernita F. Dewanto, Sp.A(K) selaku pemimpin NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk, saat temu media via virtual zoom meeting, Jumat, (07/08/2020).

Sejak berdiri tahun 2010, NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah menangani lebih dari 2.000 pasien. Kasus-kasus yang pernah ditangani antara lain bayi prematur, bayi dengan gangguan pernapasan, bayi yang membutuhkan operasi, dan lain-lain.

NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menerapkan Family Centered Care (FCC), yaitu dimana ibu dan bayi berada di satu ruangan.

Dengan adanya FCC, orang tua bisa tinggal dan memantau perkembangan bayinya, ibu tetap memberikan ASI Eksklusif, sehingga merangsang proses penyembuhan bayi karena dipercaya kedekatan orang tua dan bayi membantu hormon oksitosin dapat memproduksi ASI agar ikatan batin ibu dan anak semakin kuat. Dr.

Naomi menambahkan orang tua bayi akan sangat dilibatkan dalam penanganan yang holistik.

"Karena kami percaya bahwa keluarga adalah tim dalam perawatan dan perlu dirangkul untuk terlibat dan mendiskusikan masalah bayi mereka," kata dia.

Selama masa pandemi ini, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menerapkan berbagai langkah antisipatif, seperti memberlakukan skrining untuk setiap pasien dan pengunjung yang masuk ke area rumah sakit, pemisahan area perawatan dan staf untuk pasien bergejala, dan pemeriksaan rapid test dan swab PCR secara berkala bagi seluruh tenaga medis dan staf rumah sakit.

Usaha-usaha ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap pasien dan seluruh tenaga medis serta staf rumah sakit termasuk pasien di area anak dan NICU.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA