Saat Pandemi Covid-19, Jangan Abaikan DBD

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Selasa 25 Agustus 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga bulan Juli 2020 telah mencapai 71.633 kasus dengan angka kematian mencapai 459 kasus.

Natali Ardianto, CEO Lifepack & Jovee mengungkapkan, berangkat dari masih tingginya kasus DBD di Indonesia, Lifepack & Jovee tergerak untuk memberikan peringatan sekaligus mengedukasi masyarakat Indonesia, bahwa selain bahaya virus corona yang masih mengintai, ancaman penyakit lainnya salah satunya adalah DBD perlu juga diwaspadai.

"Maka dari itu kami hadirkan webinar tentang DBD dengan menghadirkan pakar yang ahli di bidangnya, untuk membantu mempersiapkan masyarakat Indonesia agar dapat mencegah terkena penyakit DBD. Karena masih banyak sekali hoax yang beredar terkait penyakit ini," kata Natali seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (25/08/2020).

Dr. Dominicus Husada sebagai dokter spesialis anak mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak berita palsu atau hoax mengenai Virus Dengue. Salah satunya adalah penyebutan nama.

"Sebenarnya yang betul adalah infeksi Virus Dengue bukan demam berdarah, masih banyak masyarakat yang keliru akan hal ini," papar Dominicus.

Dr. Dominicus menambahkan demam berdarah masih tergolong dalam penyakit yang membahayakan, hingga dapat menghilangkan nyawa seseorang, untuk itu, ada empat unsur yang membuat penyakit ini bisa menular ke banyak orang yakni, Virus Dengue, nyamuk Aedes Aegypti, manusia, dan lingkungan sekitar, dan diperlukan berbagai persiapan untuk mencegah agar terhindar dari DBD.

"Untuk mencegah terkena DBD, masyarakat perlu untuk membersihkan lingkungan sekitar mereka tinggal. Namun membersihkan lingkungan dan rumah saja tidak cukup. Harus ada upaya pencegahan lain agar nyamuk tidak berkembang biak di rumah seperti, memakai obat nyamuk, lotion anti nyamuk, dan lain sebagainya," tambahnya.

Di musim pancaroba seperti sekarang ini, perlu banyak melakukan berbagai pencegahan penyakit DBD, salah satunya adalah dengan gerakan 3M, yaitu Menguras, Mengubur, dan Mendaur Ulang. Namun selain memperhatikan lingkungan, tetap perlu memenuhi asupan untuk tubuh agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Nutrisionist Jovee Kelvin Halim mengungkapkan tips, agar terhindar dari penyakit dengan melakukan beberapa cara untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kita sehari-hari. Selain dengan menjaga jarak dan menjaga kesehatan lingkungan, kita juga perlu menjaga tubuh dari dalam.

"Penting sekali untuk mengonsumsi makanan beragam dan seimbang. Makanan dengan sayur, buah, serta protein dan lemak yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Beberapa nutrisi seperti vitamin B, C, D, zink, protein, dan zat besi sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengoptimalkan sistem imun tubuh. Selain itu, pastikan juga makanan yang Anda makan atau masak dalam keadaan matang dan bersih agar tidak ada kuman atau bakteri yang mudah hinggap dalam makanan. Kita dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah minimal sebanyak 4-5 porsi sehari. Namun jika hal tersebut tidak dapat terpenuhi, masyarakat bisa mengonsumi suplemen multivitamin yang dapat memenuhi asupan tersebut," ujar Kelvin.

Di tengah kondisi pandemi saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan akses layanan kesehatan, seperti pemenuhan kebutuhan suplemen multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, cukup dengan mengunduh aplikasi Jovee dan bisa mendapatkan beragam pilihan suplemen yang tepat bagi setiap individu.

Tidak hanya itu, untuk solusi pemenuhan kebutuhan obat harian, mingguan, atau bulanan, masyarakat dapat langsung mengunduh aplikasi Lifepack dan bisa berkonsultasi dengan dokter secara gratis. Namun, bagi yang sudah memiliki resep, bisa langsung mengunggah resepnya ke aplikasi Lifepack dan akan mendapatkan layanan pemesanan obat dengan gratis ongkir ke seluruh wilayah Indonesia sampai bulan Agustus 2020 ini.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, kami selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kemudahan akses layanan kesehatan. Khususnya untuk penderita penyakit kronis & juga pemenuhan asupan multivitamin bagi tubuh. Ke depan, kami akan terus tingkatkan layanan kami, serta terus menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia." tutup Natali.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA