Trio Muda Ini Lepas Album Mini Perdana "Berpindah"

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 05 September 2020
share
 

Blantika musik Tanah Air kembali dimeriahkan dengan kehadiran trio muda yang beranggotakan Abyan Faqih, Karibya Genta Mallibu dan Aldie Indra. Trio profesional muda ini merilis mini album perdana berjudul "Berpindah".

Awalnya, trio ini terbentuk atas inisiatif Abyan di sela kesibukan sebagai pebisnis profesional. Abyan kemudian mencipta karya musik extended play (EP) yang dibantu dua sahabat Karibya dan Aldie.

"Karya musik ini merupakan hobi dan cinta kedua mereka," kata Abyan dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2020).

Disebutkan sejatinya mereka punya profesi yang cukup menjanjikan di bidang teknologi, properti komersial, dan marketing agency. Dengan latar kesukaan musik yang berbeda-beda, Abyan yang suka indie dan brit pop, Genta dengan easy pop dan folk, serta Aldie dengan influence city pop dan R&B, kemudian membuat nuansa musik di EP perdana mereka terasa luas dan bervariatif.

Terkait pilihan kata "berpindah"sebagai judul album perdana menurut Abyan punya makna mendalam. Tidak sekadar pergantian dari suatu tempat ke tempat lainnya.

"Berpindah adalah sebuah perubahan. Perubahan yang baik, melampaui diri sendiri dan berdampak luas pada orang di sekitar," terangnya.

Abyan mengisahkan tentang awal mula terbentuknya trio ini sehingga melahirkan EP "berpindah". Tiga sekawan yang sudah saling mengenal sejak kecil ini, dikumpulkan melalui grup whatsApp reuni SD. Di mana, mereka sering berbagi referensi musik dan jamming di sela-sela kesibukan.

"Lantas kami memberanikan diri untuk membuat karya musik yang merupakan hobi dan cinta kedua mereka di luar pekerjaan," ujar Abyan sambil menambahkan penggarapan EP perdana ini pada Maret 2020.

Tema "berpindah" dicetuskan Abyan, yang selama 7,5 tahun terakhir berstatus anak rantau di Hong Kong, dan sering berpergian ke banyak negara untuk studi maupun pekerjaannya.

Pada Maret 2020, Abyan memutuskan kembali ke Tanah Air di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia, serta pandemi Covid-19.

Menurut Abyan, pulang ke Indonesia bukanlah keputusan yang mudah bagnya. Banyak pertimbangan yang ada, seperti mengesampingkan karir profesional yang sudah matang untuk waktu lebih bersama keluarga, membantu orang tua, mengejar passion di bidang lain (termasuk musik), dan eksplorasi keahlian maupun ilmu baru.
Terkait kisah ini, Abyan mengungkapkannya dalam tiga lagu yakni "Berpindah, Berproses, dan Berhenti Sejenak".

Hampir semua lagu di EP Berpindah ditulis oleh Abyan di tengah kesibukan work from home di awal lockdown pandemik di Hong Kong. "Kata-kata yang digunakan banyak berasal dari obrolan sehari-hari dan juga wejangan orang tua," ujarnya.

Menariknya, single dari EP Berpindah, dengan judul yang sama, merupakan lagu yang paling akhir ditulis dalam waktu 2 jam bersama Aldie dan Genta, satu minggu sebelum mulai proses rekaman di Indonesia.

Penggarapan EP ini dilakukan dengan menggunakan mobile home studio. Untuk pengerjaan musik di EP Berpindah, Abyan berkolaborasi dengan dua produser muda yang sedang naik daun, Demas Narawangsa dan Enrico Octaviano.

Demas merupakan musisi jazz kenamaan yang sering tampil bersama para virtuoso seperti Dewa Budjana, Tohpati, Indra Lesmana, dan memproduseri artis muda Eva Celia.

Enrico adalah drummer dari band rock Martial, yang juga menjadi session player dan produser untuk musisi papan atas Indonesia, seperti Rendy Pandugo, Hivi!, Barasuara, Hindia, dan Ardhito Pramono.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA